Mukomuko, tintabangsa.com, -Jalan padat pemukiman di Dusun 1 Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu menjadi sorotan bagi warga setempat. Pasalnya, akses jalan yang diketahui merupakan jalan kabupaten tersebut sejak dibangun puluhan tahun lalu, hingga sekarang ini belum pernah tersentuh aspal.
Pantauan awak media, posisi akses jalan tersebut dari arah Mukomuko menuju Bengkulu simpang jalan masuknya berada sebelah kanan lewat SPBU Ipuh atau yang biasa disebut simpang BPP. Jalan tersebut tembus ke simpang 3 berjarak kurang lebih 300 meter yang diketahui dari simpang 3 arah kiri jalan ke SMPN 2 Mukomuko dan arah kanan menuju MAN Ipuh.
Kades Pulai Payung, Mustarrudin. S.E., dikonfirmasi kepada awak media membenarkan, bahwa pada tahun 2025 kemarin anggaran untuk pembangunan akses jalan itu sudah sempat masuk di APBD kabupaten Mukomuko tapi entah kenapa tidak jadi dibangun.
“Apa penyebab akses jalan tersebut gagal dibangunan saya tidak tahu percis,” jelas Mustarrudin.
Mustarrudin berharap tahun 2027 pembangunan jalan tersebut bisa direalisasi karena sudah menjadi usulan prioritas 1 Kecamatan Ipuh di Musrenbang Kabupaten Mukomuko dan sudah di oke kan oleh Bupati Mukomuko.
Penasaran akan hal tersebut, awak media kemudian menemui langsung kepala PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah. ST, di kantor PUPR pada Kamis 30 Juli 2026. Apriansyah, ST saat dikonfirmasi mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten belum dibangun karena keterbatasan anggaran.
Apriansyah, mengatakan, pihaknya seluruh lini mau saja membangun, cuma kemampuan anggaran yang terbatas. Menurutnya, yang menjadi skala prioritas itu adalah yang sudah menjadi APBD, artinya sudah melalui tahapan pengusulan dari PU, untuk kemudian dibahas di tim anggaran, dan di dewan serta badan anggaran di sana keluar mana yang prioritas disesuaikan dengan anggaran yang ada.
“Kewenangan PUPR hanya sebatas tim anggaran. Tim anggaran itu diajak lah kami untuk membahas di Musrenbang Kabupaten, setelah itu berjalan kita tidak ikut lagi. Bapak silahkan ke Bappeda dan Dewan itu lebih detil jawabannya, nanti” kata Apriansyah.
Sementara itu, Wakil ketua DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi, dikonfirmasi Senin (3/8) mengatakan, tahun 2025 pihaknya sudah sempat masukkan anggaran untuk pembangunan jalan itu ke plot APBD, tapi tidak jadi dikerjakan karena pemangkasan anggaran.
“Yang masukkan, saya separoh dan Nugraha separoh. Supaya sampai ke ujung. Tapi setelah itu, pengurangan TKD sebesar Rp. 350 miliar terjadi, sehingga kegiatan fisik hampir 70 persen dibatalkan salah satunya jalan di Desa Pulai Payung tersebut,” terang Wisnu.
Tidak sampai di situ lanjut Wisnu, tahun 2026 badai yang sama pun kembali terjadi, berharap masukkan dari DAK namun untuk tahun 2026 ini DAK fisik tidak ada lagi satupun, yang ada hanya DAK non fisik.
“Sementara, kalau dimasukkan dari Dana Alokasi Umum (DAU), tahu sendiri DAU kita cuman ada Rp. 400 juta, untuk belanja pegawai saja Rp.440 juta ditambah belanja PPPK jadi sangat tidak memungkinkan pembangunannya dilaksanakan,” lanjut Wisnu
Memang tahun 2026 jelas Wisnu, ada masuk anggaran di daerah itu tapi fokus untuk membangun rabat beton kearah akses lokasi tempat pembuangan sampah dengan total anggarannya Rp. 400 juta.
“Jadi kendalanya betul-betul masalah anggaran. Kalau saya, Nugi, Fajar dan Busra Alhamdulillah sudah masukkan anggaran untuk itu ke plot APBD tapi pengerjaannya tidak jadi disebabkan terjadinya pengurangan TKD. Tapi walaupun demikian, perbaikan jalan itu setiap tahun tetap kita lakukan,.” Pungkas Wisnu Hadi. (AS).

