Rembuk Stunting Di Desa Tanjung Medan 2026/2027 Catat 4 Poin Usulan
Mukomuko, tintabangsa.com – Pemerintah Desa (Pemdes)Tanjung Medan, Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko, melaksanakan Rembuk Stunting dalam rangka perencanaan percepatan penurunan stunting untuk 2027.
Kegiatan dilaksanakan di aula balai Desa Tanjung Medan pada Selasa (09/06/2026) dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai pada pukul 11.00 WIB berjalan lancar aman dan tertib.
Acara ini dihadiri oleh Sekcam Ipuh, Buyung Andri, S.Sos, dari UPTD Puskesmas diwakili Bidan Desa, Purwaningtyas, AMD.Keb, Penyuluh KB Kecamatan Ipuh, Iwan, SKM, Pendamping Desa, Sarkawi, SAP, Kepala Desa Tanjung Medan, Beni, Ketua BPD Tanjung Medan, Andre, Perangkat Desa, Kader Kesehatan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Kepala Desa Tanjung Medan, Beni, dalam sambutannya menyampaikan, stunting adalah masalah gizi kronis yang sangat serius karena dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak anak tidak boleh didiamkan dan harus semua pihak harus sama-sama mencegah dan menurunkannya.
“Acara rembuk stunting hari ini adalah langkah awal kita untuk berdiskusi, merencanakan, dan menyepakati program pencegahan stunting di desa kita. Melalui rembuk ini, mari kita susun langkah nyata agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Saya sangat berharap kepada semua pihak bisa bekerja sama memberikan masukan terbaik hari ini,” ujar Beni, selanjutnya membuka secara resmi acara rembuk stunting tersebut.
Disi lain, UPTD Puskesmas Ipuh melalui Bidan Desa, Purwaningtyas, AMD.Keb menyampaikan, UPTD Puskesmas Ipuh sangat mendukung segala bentuk program kesehatan yang akan dilaksanakan di desa termasuk Rembuk Stunting.
“Kami selaku bidan desa mewakili Puskesmas di desa masing-masing, menyampaikan bahwa dokter yang ada di Puskesmas, seperti dokter Hadi, dan dokter Julius Hadinata dan Kepala Puskesmas Ipuh yang baru berpesan, Puskesmas mendukung segala bentuk program kesehatan yang akan dilakukan oleh desa,” terang Bidan Desa.
Bidan Desa selanjutnya memaparkan laporan terkait pelaksanaan stunting di Desa Tanjung Medan sasarannya adalah Balita berjumlah 27 orang, remaja 47 orang. Sementara untuk Ibu hamil sejak Januari 2026 tidak ada. “Jadi kita enggak punya ibu hamil, artinya PLKB -nya berhasil,” ujar Bidan.
Terkait jumlah kader Posyandu sebanyak 6 orang, Bidan menilai sudah cukup dan sudah berjalan dengan baik dan semua balita di Posyandu terlayani. “Kemudian satu kasus stunting yang kita dapat di Desa Tanjung Medan kemarin, itu juga sudah kita sama-sama tangani. Kemudian masalah PMT -nya juga Alhamdulillah Tanjung Medan sudah baik sesuai standar sebagaimana yang disepakati pihak Puskesmas dan Kecamatan,” kata bidan.
Pada kesempatan itu, Sekcam Ipuh, Buyung Andri, S.Sos, dalam kata sambutannya menyebutkan, kegiatan rembuk stunting ini merupakan awal dari seluruh tahapan perencanaan penanganan dan pencegahan stunting yang akan dilaksanakan di 2027.
“Inilah wadah kita untuk berembuk.
Arahan dari saya, jika ada hal- hal yang dapat mendukung perencanaan pencegahan stunting yang bisa kita bawa ke Musdes diharapkan supaya diusulkan dalam acara ini. Sebab apa hasil dari acara rembuk stunting hari ini akan di tuangkan di Musdes 2027. Jadi dengan kepemimpinan Kades Tanjung Medan yang baru, berharap adanya dukungan kerjasama dari masyarakat,” harap Sekcam.
Sementara itu, Pendamping Desa, Sarkawi, dalam kata sambutannya menyampaikan, bahwa rembuk stunting adalah salah satu prioritas nasional yang wajib dilaksanakan bermusyawarah untuk melakukan intervensi kegiatan pencegahan stunting kedepan.
Sarkawi menjelaskan, ada dua pilar utama dalam pencegahan stunting, yakni intervensi spesifik dan sensitif, Kedua intervensi ini bekerja sama untuk mengatasi penyebab langsung dan tidak langsung dari masalah gizi, rincian dari kedua istilah ini sebagai berikut:
- Intervensi Spesifik
Intervensi spesifik adalah program yang menangani penyebab langsung terjadinya stunting. Intervensi ini menyasar kesehatan ibu dan anak, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan berkontribusi langsung pada 30% penurunan stunting.
Contoh Tindakan:
*Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil.
*Pemeriksaan kehamilan secara rutin.
*Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil kurang energi kronik dan balita.
*Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif.
*Imunisasi dasar lengkap dan pemantauan tumbuh kembang di Posyandu.
- Intervensi Sensitif
Intervensi sensitif adalah program pendukung untuk mengatasi penyebab tidak langsung stunting. Intervensi ini berfokus pada perbaikan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat, serta berkontribusi pada 70% penurunan stunting.
Contoh Tindakan:
*Penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak.
*Program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai untuk keluarga kurang mampu.
*Penyuluhan gizi dan pola asuh yang benar.
*Edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan usia dini.
*Peningkatan ketahanan pangan keluarga.
“Kita disini berembuk menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan dalam penanganan dan pencegahan stunting untuk perencanaan tahun 2007. Diharapkan usulan- usulan dari peserta itu nanti dicatat sebab usulan itu akan dibawa di saat Musdes 2027 dan ini wajib kita kawal bersama-sama,” pinta Sarkawi.
Penyuluh KB Kecamatan Ipuh, Iwan, dalam sambutannya, menyampaikan ibu hamil wajib mendapatkan asupan makan bergizi agar bayinya tumbuh sehat dan tidak mengalami stunting (kondisi tubuh anak sangat pendek dan otaknya tidak berkembang sempurna).
“Jadi stunting itu sangat berbahaya harus ditangani dan dicegah secara serius,” kata Iwan.
Rangkaian selanjutnya adalah acara Inti (Musyawarah dan Pleno) yang dipimpin langsung oleh ketua BPD Tanjung Medan, Andre. Dalam sesi ini, BPD, mengajak kader Posyandu untuk mengusulkan hal hal apa saja yang dapat mendukung penanganan dan pencegahan stunting termasuk upaya penangan terhadap satu anak yang terkena kasus stunting.
“Dalam sesi ini diskusi Pembahasan kita terarah terkait usulan program penanganan stunting yang bersifat spesifik maupun sensitif.” Pungkas Andre.
Untuk diketahui, ada 4 poin usulan tercatat yang diusulkan para peserta dalam acara rembuk stunting di Desa Tanjung Medan yang akan dibawa ke Musdes 2027 diantaranya:
- Papan nama meja
- Tensi meter
- Merek Posyandu
- Honor Kader TPK 3 Orang.
Acara terakhir, Penandatanganan Berita Acara Rembug Stunting oleh Kepala Desa, perwakilan BPD, media dan para tokoh masyarakat.
(ADV/AS).

