Mukomuko, tintabangsa.com– Pembangunan proyek jembatan “Garuda” tahap V dan VI di Wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu di Desa Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang dan Desa Tanjung Jaya Kecamatan Ipuh resmi dimulai, pada Jumat (05/05/2026).
Tanda dimulainya pembangunan proyek jembatan Garuda tersebut, Jaran Kodim 0428/Mukomuko dan jajaran Polres bersama Pemerintah Daerah terpantau mengikuti Ground Breaking Pembangunan Jembatan Garuda Tahap V dan VI Kodam XXI/Radin Inten secara daring dengan Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto S.E., M.Han.
Di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Ipuh sendiri, Usai Conference secara daring dengan Danrem 041 /Gamas, Danramil 428-02/Ipuh, Kapten Inf. Afrian Suprianto, SAP, Kapolsek Ipuh, AKP Hardiansyah, S.H, Camat Ipuh, Sepradanur, S.Sos, Kepala Desa Tanjung Jaya, Fajar Dwiatmojo, dan masing- masing jajaran selanjutnya melaksanakan pelepasan lantai jembatan sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek jembatan Garuda di Desa Tanjung Jaya yang dinantikan oleh masyarakat selama ini.
Kapten Inf. Afrian Suprianto, saat dikonfirmasi mengatakan, melalui program ini ada 5 titik jembatan yang dibangun di Kabupaten Mukomuko salah satu titiknya adalah di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Ipuh, yang merupakan jembatan kayu yang akan dibangun dengan beton dengan panjang 14 m dan lebar 4 m.
“Pembangunan jembatan Garuda ini merupakan program pemerintah pusat khusus untuk percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah dan pelaksanaannya melibatkan TNI AD bekerjasama dengan tim teknis,” jelas Kapten Inf.Afrian Suprianto.
Pada kesempatan tersebut, Kades Tanjung Jaya, Fajar Dwiatmojo, mengatakan, masyarakat Desa Tanjung Jaya mengapresiasi tinggi dan berterimakasih kepada jajaran pemerintah pusat Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas terlaksananya Ground Breaking pembambangunan jembatan di Desanya yang telah lama dinantikan masyarakat
“Insyaallah jembatan di Desa kami ini akan dibangun menjadi jembatan permanen. Dari tiga titik yang kami usulkan baru satu yang terealisasi. Mudah-mudahan yang dua titik lagi bisa terealisasi pada tahun-tahun berikutnya.” Pungkas Fajar Dwiatmojo. (AS/TB).

