Lebong, tintabangsa.com – Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Bengkulu mengapresiasi panitia pelaksana atas suksesnya penyelenggaraan sosialisasi literasi keuangan dan pelindungan konsumen di Kabupaten Lebong.
Ketua PW IWO Bengkulu, Musdamori, S.Sos., CMK, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berjalan tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia serta pihak OJK Provinsi Bengkulu atas dukungan yang diberikan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini berkat dukungan dari OJK Provinsi Bengkulu. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait literasi keuangan, terutama di Kabupaten Lebong,” ujarnya.
Meski demikian, PW IWO mengakui terdapat beberapa kendala teknis selama pelaksanaan kegiatan. Namun hal tersebut dinilai tidak mengurangi kesuksesan acara secara keseluruhan.
“Kendala-kendala sedikit itu biasa, teknis. Tapi keseluruhan kami apresiasi semangat panitia atas suksesnya acara ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, panitia menyampaikan bahwa selain sebagai kegiatan sosialisasi, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan IWO kepada para wartawan online di Kabupaten Lebong.
Diharapkan, ke depan para jurnalis dapat lebih aktif dalam menginformasikan kepada masyarakat mengenai bahaya pinjaman daring ilegal (pindar), khususnya bagi kalangan pelajar di tingkat sekolah menengah.

“Peserta kali ini berasal dari kalangan pelajar, pers dan masyarakat, ada juga pelaku UMKM, saya berharap terselenggaranya acara ini kawan-kawan sesama wartawan selain mencari berita di lapangan, juga mampu mencegah dan membasmi praktik keuangan ilegal sejak dini,” sampai Ketua Panitia Pelaksana, Sausan Citra saat memaparkan laporan panitia.
Sementara itu, pihak OJK Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa dampak dari praktik pinjaman daring ilegal tidak bisa dianggap sepele. Bahkan, dalam sejumlah kasus, tekanan akibat jeratan utang dari pindar ilegal menjadi alasan korban mengambil langkah ekstrem.
“Tidak sedikit dampak dari pindar ini menjadi alasan bagi korban untuk melakukan bunuh diri. Tentu hal ini sangat merugikan dan harus menjadi perhatian serius kita semua terkhusus di Kabupaten Lebong,” ungkap perwakilan OJK.
PW IWO berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga kesadaran terhadap bahaya praktik keuangan ilegal semakin meningkat dan dapat dicegah sejak dini.

