BENGKULU, Tintabangsa.com,-Aroma skandal besar mengguncang lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Seorang oknum pejabat kini menjadi sorotan tajam publik setelah diterpa isu perselingkuhan yang disebut-sebut berlangsung bertahun-tahun dan menyeret berbagai persoalan sensitif, mulai dari dugaan kehamilan hingga janji uang dalam jumlah fantastis.
Perempuan berinisial TN (30) disebut sebagai sosok yang terlibat dalam hubungan terlarang tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, relasi keduanya diduga telah terjalin sejak tahun 2022 dan terus berlanjut secara diam-diam.
Pada tahun itu, TN dikabarkan sempat mengalami kehamilan pertama. Namun, kehamilan tersebut tidak berlanjut, memunculkan tanda tanya besar di kalangan orang-orang terdekat yang mengetahui kisah ini. Alih-alih mereda, hubungan keduanya justru disebut semakin intens memasuki akhir 2023.
Sejumlah pertemuan yang diduga berlangsung di salah satu hotel di Kota Bengkulu memperkuat indikasi kedekatan keduanya. Situasi memanas ketika pada 2024, TN kembali dikabarkan mengalami kehamilan untuk kedua kalinya. Namun, seperti sebelumnya, kehamilan itu kembali tidak berlanjut, memicu spekulasi liar terkait dugaan tindakan yang hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Sudah dua kali terjadi, tahun 2022 dan 2024. Itu yang membuat persoalan mereka makin rumit,” ungkap salah satu sumber.
Di tengah konflik yang kian memanas, TN disebut menuntut kejelasan status hubungan. Ia menginginkan adanya ikatan yang sah, termasuk opsi pernikahan, namun permintaan tersebut dikabarkan ditolak mentah-mentah oleh sang pejabat.
Penolakan itu menjadi titik balik. Persoalan kemudian melebar ke ranah finansial. TN disebut meminta pertanggungjawaban dalam bentuk kompensasi bernilai fantastis—bahkan disebut mencapai miliaran rupiah.
Pada Januari 2024, pejabat tersebut diduga sempat menyerahkan uang sebesar Rp500 juta sebagai tahap awal. Namun, janji pelunasan dalam waktu tiga bulan tak kunjung terealisasi.
Kekecewaan mendalam atas janji yang tak ditepati, ditambah rangkaian konflik pribadi yang terus berlarut, diduga menjadi pemicu utama terbongkarnya kasus ini ke ruang publik.
Hingga kini, oknum pejabat yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan serius tersebut. Publik pun terus menanti kejelasan, sementara kasus ini kian liar diperbincangkan dan berpotensi menyeret dampak besar terhadap citra pemerintahan daerah.(**)
Rilis; (Bengkulutoday.com)

