Bengkulu, tintabangsa.com, – Menyadari pentingnya pembangunan infrastruktur terutama pembangunan untuk pengendalian banjir di Kota Bengkulu, Walikota Bengkulu Helmi Hasan ajukan proposal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (12/3/2021)

Didampingi Kepala BPBD Kota Bengkulu Selupati dan Plt Kadis Kominfosan Eko Agusrianto, Helmi bertemu langsung dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rifai di ruangan kerjanya didampingi oleh kasubdit.

Ada dua usulan yang disampaikan dalam proposal, yang pertama usulan untuk bantuan pembangunan pelapis tebing di Sungai Rupat Kelurahan Pagar Dewa dan usulan pembangunan jembatan di Kelurahan Teluk Sepang.

Pelapis tebing yang diusulkan sepanjang 2 KM sedangkan jembatan sepanjang 8 meter. Ini disampaikan oleh Eko, selaku Olt Kadis Kominfosan yang turut mendampingi walikota ke BNPB.

“Jadi kita jemput bola ke pusat. Walikota sadar pentingnya pembangunan tapi tidak bisa hanya dengan mengandalkan APBD kota saja, maka walikota mulai melakukan jemput bola ke pusat,” sampai Eko.

Hasil dari pertemuan itu, kata Eko pihak BNPB menyambut baik usulan dari Kota Bengkulu. Ia berkeyakinan BNPB akan mengakomodir kedua usulan tersebut. Apalagi, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai dulu pernah bertugas di Bengkulu sebagai ASN sehingga beliau sangat konsen untuk bantuan ke Bengkulu.

“Tahun 2020 kemarin pun mereka sudah banyak membantu Bengkulu. Mereka hanya minta kita menyiapkan perencanaannya. Setelah kita hitung-hitung, dua proyek itu membutuhkan dana sekitar Rp 75 miliar. Setidaknya kalau pelapis tebing itu belum bisa dibangun 2 KM, mungkin 1 KM dulu,” kata Eko.

Intinya Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB sangat mendukung usulan dari walikota. Tidak hanya itu, ia juga mendukung program walikota untuk membangun kota baru di Kelurahan Air Sebakul yakni kota merah putih.

“Mereka (BNPB) menyarankan agar jagan lupa ada payung hukumnya terkait tata ruang dan harus ada analisis resiko bencana. Kalau itu nanti terwujud, mereka mendukung karena itu bisa menjadi jalur evakuasi gempa dan bebas banjir karena lokasinya tinggi,” jelas Eko.

Kemudian, sambung Eko walikota juga menyampaikan masalah kesulitan air bersih di Kota Bengkulu, apalagi saat musim kemarau. Karena PDAM sendiri pun sudah kewalahan akibat kekeruhan air dari limbah.

“Nah terkait masalah air bersih ini BNPB akan kordinasi dengan Kementerian SDA. Mereka akan dorong agar SDA juga bisa membantu Bengkulu,” demikian Eko.(MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here