BENGKULU UTARA, Tintabangsa.com -Di era modern, karya
seni visual kerap dihasilkan melalui perangkat lunak canggih seperti Adobe Illustrator, Procreate, maupun aplikasi kecerdasan buatan, keberadaan talenta lukis tradisional bertangan dingin menjadi sesuatu yang kian langka dan mengagumkan.
Fenomena inilah yang melekat pada sosok Tiara Ramadhani, seorang siswi yang saat ini duduk di kelas IX SMPN 64 Bengkulu Utara.
Setiap kali Tiara menggoreskan kuas, pensil warna, maupun pena kaligrafi di atas media kertas atau kanvas, hasil akhir karyanya selalu memukau siapa saja yang melihat.
Ciri khas paling menonjol dari
karya Tiara adalah tingkat kerapian dan kerapatan garis yang begitu simetris, kerapian gradasi warna yang amat halus, serta kerapian detail yang sangat tinggi.
Begitu rapinya lukisannya, hingga orang yang baru pertama kali melihat sering kali terkecoh dan mengira karya itu dicetak dari hasil olah grafis komputer atau perangkat lunak desain digital.
Ketelitian Tiara dalam memadukan warna, memilih pencahayaan (lighting effect), hingga mengeksekusi tekstur objek membuktikan bahwa ia memiliki intuisi spasial dan kepekaan estetik di atas rata-rata anak seusianya.
Bakat ini bukan sekadar keterampilan biasa, melainkan sebuah anugerah keahlian motoric halus dan rasa seni yang sangat dalam.
“Benar, Tiara adalah salah satu siswi kami yang memiliki bakat dalam menggambar. Dia adalah siswi terbaik kami,” kata Kepala Sekolah SMP N 64 Bengkulu Utara, Yunita Anggriani,S.Pd








Komentar