Karutan Manna: Kami Ingin Rutan Manna Aman, Tertib, Humanis, Transparan dan Dipercaya Masyarakat

MANNA – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen jajaran yang dipimpinnya untuk membangun Rutan Manna menjadi institusi Pemasyarakatan yang aman, tertib, humanis, transparan dan dipercaya masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi arah utama Hannibal dalam melakukan pembenahan di berbagai lini, mulai dari pengamanan, disiplin petugas, pelayanan publik hingga pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam wawancara eksklusif, Rabu (7/10/2026), Hannibal mengatakan bahwa Rutan Manna terus melakukan evaluasi dan penguatan internal. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Menurut Hannibal, pengawasan yang diperketat di lingkungan Rutan Manna bukan sekadar respons terhadap dinamika yang berkembang di lingkungan Pemasyarakatan. Lebih dari itu, pengawasan merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan seluruh tugas dan fungsi berjalan sesuai ketentuan.

Ia menegaskan, tidak boleh ada satu pun lini yang berjalan tanpa pengawasan. Pengamanan harus kuat, pelayanan harus berkualitas, sementara pembinaan WBP harus tetap berjalan secara optimal.

“Kami tidak ingin bekerja secara parsial. Pengamanan harus kuat, tetapi pelayanan juga harus baik dan pembinaan harus tetap berjalan. Semua harus seimbang dan sesuai aturan. Itulah Pemasyarakatan yang ideal,” ujar Hannibal di ruang kerjanya.

Hak WBP dan Pelayanan Masyarakat Diperkuat

Hannibal menjelaskan, salah satu fokus pembenahan Rutan Manna adalah memastikan hak-hak WBP diberikan secara layak dan manusiawi.

Di saat yang sama, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga terus ditingkatkan agar berlangsung secara ramah, transparan, profesional dan bebas dari pungutan dalam bentuk apa pun.

Pihaknya juga memperkuat langkah deteksi dini terhadap potensi pelanggaran serta gangguan keamanan dan ketertiban melalui kontrol dan pengawasan secara intensif.

“Kami ingin memastikan hak-hak WBP terpenuhi dengan baik, masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak, dan setiap potensi pelanggaran maupun gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” jelasnya.

Pembenahan juga menyasar aspek kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh petugas. Pengawasan melekat oleh pimpinan, pembinaan rohani dan jasmani, serta penerapan reward and punishment secara objektif terus dilakukan.

Langkah tersebut dimaksudkan untuk membangun budaya kerja yang disiplin, profesional dan berintegritas.

Tidak Hanya Aman, tetapi Juga Humanis

Lebih jauh, Hannibal mengungkapkan visi besarnya terhadap Rutan Kelas IIB Manna.

Ia ingin Rutan Manna tidak hanya menjadi tempat yang aman dan tertib dari sisi pengamanan, tetapi juga mampu menghadirkan pendekatan yang humanis, pelayanan yang transparan serta pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi WBP.

Bagi Hannibal, kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan Pemasyarakatan.

“Pada akhirnya, kami ingin Rutan Manna menjadi rutan yang aman, tertib, humanis, transparan dan dipercaya masyarakat. Penghukuman bukan akhir dari segalanya, tetapi menjadi bagian dari proses untuk membentuk WBP agar dapat belajar, berkarya, memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa WBP merupakan titipan negara yang harus dibina, bukan hanya dihukum.

Karena itu, pembinaan kepribadian dan kemandirian terus digalakkan. Mulai dari pembinaan keagamaan, pendidikan, keterampilan hingga berbagai kegiatan yang dapat mendukung kesiapan WBP untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Bangun Kepercayaan Melalui Kerja Nyata

Hannibal menekankan bahwa kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui slogan. Kepercayaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang baik, integritas dan konsistensi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas.

Karena itu, seluruh langkah pembenahan yang dilakukan Rutan Manna diarahkan pada satu tujuan utama, yakni menghadirkan Pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Jadi, seluruh langkah yang kami lakukan saat ini memiliki satu tujuan besar: membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata, integritas, pelayanan yang baik dan Pemasyarakatan yang semakin berkualitas,” pungkas Hannibal.

Dengan semangat PASTI dan BerAKHLAK, Rutan Kelas IIB Manna terus berkomitmen untuk berbenah, berinovasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

Aman dalam pengamanan, tertib dalam pelaksanaan, humanis dalam pembinaan, transparan dalam pelayanan—itulah arah yang ingin diwujudkan Rutan Manna untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Komentar