Herliyanto Hazadin Ingatkan Nelayan Bengkulu Utara Tak Paksakan Melaut Saat Cuaca Buruk

BENGKULU UTARA, Tintabangsa.com – Memasuki periode cuaca yang dinamis, masyarakat nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Utara diminta meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan aktivitas melaut.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Herliyanto Hazadin, S.IP., yang mengingatkan nelayan agar tidak memaksakan diri berlayar apabila kondisi cuaca dan perairan dinilai tidak aman.

Menurut Herliyanto, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum nelayan meninggalkan pantai. Meskipun aktivitas melaut menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir, kondisi alam tetap perlu diperhitungkan secara matang.

“Nelayan harus mengutamakan keselamatan. Kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan, jangan dipaksakan untuk melaut,” ujar Herliyanto, Senin (5/10/2026).

Ia mengatakan, kondisi cuaca di laut dapat berubah dalam waktu relatif cepat. Cuaca yang terlihat cerah ketika berangkat belum tentu bertahan sepanjang perjalanan, sehingga nelayan perlu memperhatikan perkembangan kondisi perairan sebelum dan saat menjalankan aktivitas.

Herliyanto juga mendorong nelayan untuk membiasakan diri memantau informasi cuaca dari sumber resmi. Prakiraan mengenai kondisi angin, gelombang dan potensi cuaca ekstrem dinilai penting sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan keberangkatan.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lanjutnya, dapat dimanfaatkan nelayan untuk mengetahui perkembangan kondisi cuaca dan perairan.

“Jangan hanya melihat kondisi cuaca ketika berada di darat. Kondisi di tengah laut bisa berbeda. Karena itu, informasi cuaca harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk berangkat,” katanya.

Selain faktor cuaca, Herliyanto mengingatkan nelayan agar memastikan kondisi perahu dan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat. Pemeriksaan mesin, bahan bakar, alat komunikasi serta peralatan keselamatan harus menjadi bagian dari persiapan.

Jaket pelampung, alat komunikasi yang berfungsi, bahan bakar yang mencukupi hingga perlengkapan pertolongan pertama juga dinilai penting untuk mengantisipasi apabila terjadi keadaan darurat di tengah perjalanan.

“Keselamatan tidak boleh dianggap sepele. Peralatan dan kondisi perahu harus dipastikan siap sebelum berangkat,” tegasnya.

Di sisi lain, DPRD Bengkulu Utara mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, instansi terkait dan kelompok nelayan dalam penyampaian informasi kondisi cuaca.

Menurut Herliyanto, informasi peringatan dini akan lebih efektif apabila dapat diterima masyarakat secara cepat dan mudah dipahami. Pemerintah desa maupun kelompok nelayan dapat menjadi bagian penting dalam mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat pesisir.

Ia berharap kesadaran mengenai keselamatan tidak hanya muncul ketika terjadi cuaca buruk atau kecelakaan laut, tetapi menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas pelayaran.

“Keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika cuaca sudah buruk. Sebelum berangkat, kondisi perahu dan perlengkapan harus diperiksa, kemudian informasi cuaca juga harus diperhatikan,” ungkapnya.

Herliyanto memahami bahwa aktivitas melaut merupakan bagian penting dalam menopang perekonomian keluarga nelayan. Namun, menurutnya, mengejar hasil tangkapan tidak boleh mengesampingkan keselamatan jiwa.

“Jangan sampai karena mengejar hasil tangkapan, keselamatan justru diabaikan. Lebih baik menunda melaut daripada mengambil risiko ketika kondisi laut membahayakan,” tegas Herliyanto.

DPRD Kabupaten Bengkulu Utara berharap seluruh nelayan semakin mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas di laut. Kewaspadaan nelayan, kesiapan peralatan serta dukungan informasi cuaca yang cepat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di wilayah perairan Bengkulu Utara.

Bagi Herliyanto, keputusan untuk menunda keberangkatan ketika kondisi laut tidak memungkinkan bukan berarti mengurangi semangat nelayan mencari rezeki. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian untuk memastikan aktivitas melaut tetap berjalan aman dan para nelayan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.(ADV)

Komentar