LEBONG, tintabangsa.com — Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H. menghadiri gelaran Muara Aman Music Festival (MMF) #2 di GOR Indoor Tanjung Agung, Tubei, Kabupaten Lebong, Jumat (25/9/2026).
Mengusung tema “Silaturahmi Musisi Se-Provinsi Bengkulu”, MMF#2 menghadirkan sejumlah band dari berbagai daerah. Selain menjadi ruang bagi para musisi untuk tampil, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan kehadiran sejumlah tenant UMKM.

Bupati Azhari turut menikmati penampilan band-band yang tampil dalam festival tersebut. Di sela-sela pertunjukan, ia bahkan ikut menyanyikan dua buah lagu sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar.
Suasana festival yang berlangsung meriah juga membuat Bupati ikut menikmati musik bersama para pengunjung.
Menurut Azhari, menikmati musik sambil bergoyang dalam sebuah festival merupakan hal yang wajar karena memang menjadi bagian dari suasana hiburan. Namun, ia mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan minuman keras maupun narkoba sebagai bagian dari aktivitas menikmati hiburan.
“Menikmati musik sembari bergoyang-goyang kecil boleh saja. Memang ruangnya di sini. Namun, saya mengimbau anak-anak muda yang bergoyang, jangan goyangnya karena miras, apalagi narkoba,” kata Azhari.
Ia menegaskan, kegiatan musik seharusnya menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, berkumpul, dan bersilaturahmi dalam suasana yang positif.
“Silakan menikmati musik, silakan bergembira, tetapi tetap jaga diri. Jangan sampai kegiatan seperti ini justru dicampur dengan hal-hal yang merusak masa depan anak-anak muda,” ujarnya.
Usai menikmati penampilan musik, Bupati kemudian berkeliling menyambangi sejumlah tenant UMKM yang berada di area festival.


Azhari tidak hanya melihat aktivitas para pelaku usaha, tetapi juga ikut berbelanja di sejumlah tenant UMKM. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan langsung terhadap pelaku usaha lokal yang turut mengambil bagian dalam MMF#2.
Bupati mengapresiasi panitia penyelenggara yang dinilainya telah mampu mengemas kegiatan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari komunitas musik hingga pelaku UMKM.
“Panitianya hebat, bukan mudah menyelenggarakan event ini. UMKM juga sudah mulai ikut berpartisipasi,” kata Azhari.
Menurutnya, keterlibatan UMKM membuat manfaat penyelenggaraan festival tidak hanya dirasakan oleh para musisi dan penonton, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki usaha.
“Ini yang kita harapkan. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi tempat anak-anak muda menampilkan kreativitas dan para musisi bersilaturahmi, tetapi UMKM juga mendapatkan ruang untuk berjualan dan memperkenalkan produknya,” ujarnya.
Azhari juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Lebong terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa. Ia berharap agenda yang melibatkan komunitas musik dan ekonomi kreatif dapat terus dikembangkan.

“Kami sudah support. Sudah direkomendasikan ke Dinas Parpora untuk mengadakan agenda seperti ini setiap tahun,” katanya.
MMF#2 turut dimeriahkan Derkids dan Toren Band yang seluruh personelnya merupakan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Bengkulu (UNIB).
Derkids diperkuat Kevin sebagai vokalis, Dipo dan Jonatan pada gitar, Fadil pada bass, serta Rian sebagai drummer.
Sementara Toren Band tampil dengan formasi Jibril sebagai vokalis, Rasyad dan Marcelino pada gitar, Dempo pada bass, serta Riski sebagai drummer.
Bagi para musisi, MMF#2 menjadi ruang untuk bertemu dan mempererat silaturahmi dengan musisi dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.
Sementara bagi pelaku UMKM, kehadiran tenant dalam festival memberikan kesempatan untuk memasarkan produk kepada masyarakat yang datang menyaksikan rangkaian pertunjukan.
Dengan memadukan musik, silaturahmi, dan keterlibatan UMKM, MMF#2 menjadi ruang pertemuan komunitas musik dan pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Lebong.
Festival tersebut mengusung tagline “Bersama Musik, Kita Lebih Kuat.” (bks)

