Bambu Tua Pilihan untuk Pembangunan di Desa Cukil

TENGARAN – Pengerjaan sarana fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, terus menampakkan kemajuan signifikan pada Selasa (11/8/2026). Dalam proses pembangunan fasilitas umum, pemilihan bahan baku dan keandalan konstruksi menjadi fokus utama demi menjamin keselamatan serta kualitas bangunan.

Salah satu tahapan penting yang terlihat di lapangan adalah pembuatan scaffolding atau steger konstruksi. Untuk menopang proses pengecoran dan pengerjaan dinding bagian atas, material bambu menjadi pilihan utama. Namun, tidak sembarang bambu yang digunakan. Pemilihan bambu tua yang memiliki serat rapat dan kokoh menjadi syarat mutlak agar mampu menahan beban berat selama pengerjaan berlangsung.

Selain kualitas bambu, teknik perakitan juga memegang peranan krusial. Kombinasi pasangan bambu secara vertikal sebagai penyangga utama dan horizontal sebagai pengikat dipasang dengan ketelitian tinggi. Pemasangan ikatan dan simpul antar-bambu dipastikan presisi guna mencegah pergeseran atau risiko roboh saat digunakan.

Kerja sama erat antara masyarakat Desa Cukil dan personel di lapangan terlihat jelas dalam proses ini. Warga lokal yang terbiasa memanfaatkan bambu membawa kearifan lokal dalam memilih serta memotong material, sementara teknik perakitan disesuaikan dengan standar keamanan konstruksi.

Penggunaan bambu tua dengan teknik perakitan yang tepat ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian target fisik TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil dengan aman, efisien, dan menghasilkan bangunan yang tahan lama bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *