Dr. Elman Johari Raih Gelar Doktor, Angkat Kajian Kemandirian Ekonomi PTKIS di Bengkulu

Bengkulu  — Perjalanan akademik Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu, Elman Johari, M.H.I., mencapai puncaknya melalui Sidang Promosi Doktor yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026.

Sidang tersebut berlangsung di Ruang Promosi Doktor Lantai 3 Gedung Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Momentum ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Elman Johari dalam menyelesaikan pendidikan doktoral, di tengah tanggung jawabnya sebagai pimpinan perguruan tinggi.

Dalam disertasinya, Elman mengangkat tema “Pengaruh Kebijakan Institusi dan Literasi Keuangan Syari’ah Terhadap Kemandirian Ekonomi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS): Pendekatan Resource-Based View (RBV) dan Maqashid Syari’ah di Provinsi Bengkulu.”

Kajian tersebut menyoroti pentingnya kebijakan institusi dan literasi keuangan syariah dalam mendorong kemandirian ekonomi PTKIS.

Pendekatan Resource-Based View (RBV) digunakan untuk melihat bagaimana sumber daya internal dapat menjadi kekuatan strategis bagi perguruan tinggi. Sementara pendekatan Maqashid Syari’ah memberikan landasan nilai agar pengembangan ekonomi institusi tetap memperhatikan prinsip syariah dan kemaslahatan.

Tema penelitian ini dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi PTKIS saat ini, terutama dalam membangun kelembagaan yang mandiri, berkelanjutan, serta mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

Dalam proses akademiknya, Elman Johari mendapat bimbingan dan pengujian dari sejumlah akademisi, di antaranya Prof. Dr. H. Khairudin, M.Ag. selaku Ketua Penguji/Promotor, Prof. Dr. Asnaini, M.A. sebagai Co-Promotor I, Dr. Miti Yarmunida, M.Ag. sebagai Co-Promotor II, serta sejumlah penguji lainnya.

Perjalanan menuju gelar doktor tersebut tidak berlangsung singkat. Elman harus melalui berbagai tahapan, mulai dari perumusan penelitian, kajian literatur, penelitian lapangan, pengolahan data, penyusunan disertasi, hingga mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan tim penguji.

Kesibukan menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua I STIESNU Bengkulu juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, tanggung jawab kelembagaan dan pendidikan doktoral tetap dijalankan secara beriringan.

Bagi STIESNU Bengkulu, capaian akademik tersebut diharapkan turut memperkuat sumber daya manusia, budaya akademik, penelitian, publikasi, serta pengembangan kelembagaan.

Lebih dari sekadar pencapaian gelar, penelitian Elman Johari diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan PTKIS, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Perjalanan panjang dari ruang kuliah hingga ruang promosi doktor tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kapasitas akademik dapat berjalan beriringan dengan pengabdian kepada institusi dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *