Sampah Berserak Pancarkan Bau Busuk Hiasi Tepi Ruas Jalan Lintas Desa Tunggang

Mukomuko, tintabangsa.com – Sampah berserak memancarkan bau busuk menghiasi tepi ruas jalan lintas Bengkulu -Padang tepatnya di tepi ruas jalan lintas Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh berbatas langsung dengan Desa Gading Jaya, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko.

Tumpukan sampah di tepi ruas jalan lintas yang menjadi sorotan bagi masyarakat hanya berjarak puluhan meter dari jembatan. Tumpukan sampah liar tersebut tentu sangat mengganggu bagi para pengendara lalulintas yang melintas di ruas jalan tersebut. Sebab tumpukan sampah yang berserak itu telah menimbulkan bau busuk.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Desa Tunggang Ke amatan Pondok Suguh saat dikonfirmasi melalui Sekretaris Desa Tunggang, Andi, pada Selasa Rabu (15/7/2026) membenarkan tumpukan sampah yang berserak di tepi ruas jalan dekat jembatan yang berbatasan antara dua desa tersebut.

Andi mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lokasi tumpukan sampah dan setelah melakukan pengecekan, sampah tersebut di duga berasal dari sampah pasar. Namun Andi mengakui hingga saat ini belum mengetahui siapa yang membuat sampah tersebut.

“Kami sudah datang langsung ke lokasi melihat sampah ternyata sampah itu bukan sampah warga tetapi sampah buangan dari orang yang lewat . Itu sampah dari pasar soalnya sampah itu bekas kelapa, sayuran dan lain segala macamnya dan akhirnya kami pasang spanduk berisi larangan membuang sampah di situ. Tulisan himbauan tersebut yang buat adalah pemerintah desa Tunggang,” jelas Sekdes.

Andi juga berharap kepada instansi terkait ada perhatian khusus tengang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah. Sebab kata Andi, hingga saat ini di dua kecamatan ini yakni Kecamatan Pondok Suguh dengan Sungai Rumbai belum memiliki TPA sampah. Sementara kata Sekdes ada dua pasar di daerah ini pemberi kontribusi sampah terbesar.

“Terkait sampah ini, kita berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, sebab masalah penanganan sampah bukan pemerintah saja tapi harus ada kerjasama dari masyarakat, ujar Andi.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM saat dikonfirmasi kepada awak media mengatakan, solusi sebenarnya adalah bukan pembangunan TPA tapi membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang tempat.

Jajat Sudrajat mengatakan, jika pihaknya saat ini telah membuat tempat pembuangan sampah sementara di Kecamatan Ipuh lokasinya berada di Desa Mundam Marap.

Terkait sampah yang berserah di tepi ruas jalan Desa Tunggang itu , Jajat Sudrajat mengaku pihaknya sudah menelepon langsung dengan pihak Pemerintah Kecamatan Pondok Suguh sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

“Dinas Lingkungan Hidup kan tidak mungkin setiap hari mengangkat sampah dari sana. Jadi sekarang ini bagaimana Pemerintah Kecamatan Pondok Suguh dan Sungai Rumbai bisa mengatur tata kelola sampah di masing-masing desa. Contoh dengan memilah sampah, atau mengubur sampah dan lain sebagainya tidak membuang sampah sembarangan, karena jarak kita dengan Pondok Suguh dan Sungai Rumbai sangat jauh,” kata Jajat.

Lebih jauh disampaikan Kadis LH, bahwa di Kecamatan Pondok Suguh sebenarnya sudah ada dua unit kendaraan yang diperbantukan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas LH semestinya itu bisa dimanfaatkan. Menurut Kadis LH Mukomuko, terkait dengan pengolahan sampah di masing -masing Kecamatan itu tidak bisa selesai oleh Pemda dengan membangun TPA kalau kesadaran masyarakat itu tidak terbangun.

“Nah kesadaran masyarakat itu yang harus kita bangun dulu sehingga kebiasaan kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya bisa dihindari. Itu kan lebih kepada orang- orang yang tidak bertanggungjawab. Jadi pembuangan sampah itu yang menjadi poin kita adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat. Jadi kita harus edukasi terus,* lanjut Jajat.

Terkait dengan tumpukan sampah di tepi ruas jalan lintas tersebut, Kadis LH mengatakan, yang sifatnya saat itu harus diselesaikan pihaknya pun sudah koordinasikan kepada pihak kecamatan dan segera mengangkut sampah itu. Bahkan Kadis LH pun mengatakan, kalau kurang kendaraan misalnya boleh dikontak langsung ke Dinas LH.

“Karena kita juga kan tidak setiap hari hadir di sana sehingga kita titipkan permasalahan ini ke Kecamatan silahkan kecamatan berkoordinasi dengan kita dan lain sebagainya sehingga tumpukan sampah yang di sana itu bisa kita angkut.”Pungkas Jajat. (AS/TB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *