Geuchik Ujong Baroh SB Fokus Pulihkan Dampak Banjir Lewat Normalisasi Irigasi, BLT, dan Santunan Anak Yatim

Aceh Utara, tintabangsa.com – Pemerintah Gampong Ujong Baroh SB, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, terus berupaya mempercepat pemulihan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025. Berbagai program telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 di bawah kepemimpinan Geuchik Asnawi.

Saat dikonfirmasi awak media di Gampong Ujong Baroh SB, Selasa (14/7/2026), Asnawi mengatakan bahwa sejak awal menjabat sebagai geuchik, dirinya bersama aparatur gampong langsung memprioritaskan penanganan dampak banjir yang sempat mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat.

“Saat saya baru tiga hari menjabat sebagai Geuchik Gampong Ujong Baroh SB, musibah banjir terjadi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan hingga saat ini kami terus berupaya melakukan pemulihan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Asnawi.

Ia menjelaskan, salah satu program yang telah direalisasikan adalah normalisasi saluran irigasi untuk mendukung aktivitas pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (13/5/2026) sebagai upaya memperlancar aliran air menuju lahan pertanian warga.

Selain itu, Pemerintah Gampong Ujong Baroh SB juga telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang berhak menerima pada Jumat (22/5/2026). Pada kesempatan yang sama, pemerintah gampong turut menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Tak hanya berfokus pada pemulihan ekonomi, pemerintah gampong juga secara rutin melaksanakan kegiatan Posyandu setiap bulan guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita.

Asnawi berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pasca banjir, khususnya di sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga.

“Kami berharap melalui normalisasi irigasi, bantuan sosial, dan pelayanan kesehatan yang terus berjalan, perekonomian masyarakat dapat kembali bangkit. Dengan irigasi yang kembali berfungsi, para petani dapat bercocok tanam secara optimal sehingga kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tutup Asnawi.(ADV/HL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *