Mukomuko, tintabangsa.com – Pemerintah Desa Cinta Asih, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, menggelar Rembuk Stunting dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting tingkat desa (untuk penyusunan RKPDes Tahun 2027) bertempat di aula kantor desa setempat pada Rabu (1/7/2026).
Dalam agenda ini hadir Sekcam Air Rami, Andri Kusnadi, S. Sos, PLT kepala UPTD Puskesmas Air Rami, Wahid Setiono, S. Kep, Kepala Desa Cinta Asih beserta perangkat desa, ketua BPD beserta anggota BPD, Bidan Desa, Bhabinkamtibmas, para kader Posyandu,, TP PKK.,tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta para tamu undangan lainnya.
Ketua BPD Cinta Asih, Abdul Hanif, dalam sambutannya pembukaan acara mengatakan, stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak, melainkan ancaman serius terhadap masa depan bangsa, khususnya menyangkut kualitas sumber daya manusia di desa. Ia juga menyebut penanganan stunting juga tidak bisa hanya dibebankan kepada bidang kesehatan saja, tetapi membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari semua pihak.
Abdul Hanif mengapresiasi baik Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, para kader kesehatan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras memantau dan menekan angka stunting di desa Cinta Asih.
“BPD berkomitmen mengawal dan memastikan program serta anggaran pencegahan stunting masuk dan menjadi prioritas dalam Rancangan Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Dana desa harus dimanfaatkan secara optimal untuk program- program prioritas penanganan stunting. Semoga melalui Rembuk Stunting ini, kita dapat menghasilkan kesepakatan dan program kerja yang tepat sasaran. Mari kita satukan tekad, untuk mewujudkan Desa Cinta Asih yang bebas stunting, serta melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berprestasi.
Dengan memohon rida Allah SWT, dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, acara Rembuk Stunting di Desa Cinta Asih secara resmi saya nyatakan dibuka,” tegas ketua BPD.
Kepala Desa (Kades) Cinta Asih, Edi Gunawan, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah desa dalam rangka mencegah dan menurunkan stunting, melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat guna memastikan intervensi gizi, pola asuh, dan sanitasi berjalan dengan baik.
Edi menyampaikan terimakasih dan rasa syukur atas kehadiran dari pihak kecamatan, Bhabinkamtibmas, UPTD Puskesmas. PKK, kader Posyandu dan tokoh masyarakat. Kades juga menyebut, bahwa rembuk stunting merupakan langkah strategis dalam merumuskan dan menyepakati rencana kegiatan pencegahan dan penanganan stunting yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Mengingatkan bahwa penanganan stunting bukan hanya soal pemberian makanan tambahan atau gizi, tetapi juga tentang perbaikan sanitasi lingkungan, edukasi keluarga, dan pola asuh anak, oleh sebab itu pada kesempatan ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mendukung program nasional percepatan penurunan stunting demi mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas,’ pinta Kades.

Disisi lain , Sekcam Air Rami, Andri Kusnadi. SE dalam sambutannya menyampaikan pesan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dan aksi nyata dalam rangka mencegah dan menurunkan stunting. Ia juga menghimbau dan menekankan bahwa penanganan stunting tentu tidak hanya sekadar formalitas, melainkan fondasi untuk menyelamatkan generasi masa depan.
“Kita mengimbau seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, kader posyandu, bidan desa, hingga tokoh masyarakat untuk bisa bekerja sama untuk mencegah dan menurunkan stunting,’ himbau Sekcam.
Plt Kepala UPTD Puskesmas Air Rami, Ns.Wahid Setiono. S. Kep, di tengah forum itu menyampaikan, secara singkat tentang pengenalan penyebab dan pencegahan stunting.
Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun). Kondisi ini menyebabkan tinggi badan anak berada di bawah standar usianya.
Adapun penyebab utama stunting menurut Wahid, adalah kurangnya asupan nutrisi: Kurangnya asupan protein hewani, vitamin, dan mineral baik pada ibu saat hamil maupun pada anak di masa pertumbuhannya.
Infeksi Berulang: Penyakit seperti diare, cacingan, atau tuberkulosis (TBC) yang terjadi secara terus-menerus dapat mengganggu penyerapan nutrisi oleh tubuh anak.
Buruknya Sanitasi dan Akses Air Bersih: Lingkungan yang tidak higienis meningkatkan risiko anak terkena penyakit infeksi.
Pola Asuh yang Kurang Optimal: Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai gizi, praktik kebersihan, atau keengganan memberikan ASI eksklusif.
Sedangkan Cara Pencegahan Stunting lanjut Wahid:
penuhi Gizi Ibu Hamil: Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya akan protein hewani, zat besi, dan asam folat, serta rutin memeriksakan kehamilan.
Berikan ASI Eksklusif dan MPASI Bergizi: Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani saat bayi berusia di atas 6 bulan. [1, 2, 3]
Pantau Tumbuh Kembang Anak: Selalu bawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan setiap bulan untuk memantau berat badan, tinggi badan, dan mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Jaga Kebersihan dan Sanitasi: Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan air bersih, dan mengolah makanan dengan higienis. Demikian secara singkat penjelasan mengenai penyebab dan pencegahan stunting,” jelas Wahid .

Wahid menambahkan, Puskesmas sebagai garda terdepan di bidang pelayanan kesehatan masyarakat terus berkomitmen penuh dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Namun kata Wahid, pihaknya tidak dapat bekerja sendir, mereka sangat membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah desa/kelurahan, TP PKK, para kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat dalam mengawal program intervensi spesifik dan sensitif.
Melalui forum Rembuk Stunting ini, Wahid mengajak semua pihak untuk
memperkuat deteksi dini melalui pemantauan tumbuh kembang Balita secara rutin di Posyandu setiap bulan, kemudian memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan (ANC) yang berkualitas dan asupan gizi yang cukup. Selain itu meningkatkan edukasi kepada para remaja putri, calon pengantin, dan ibu menyusui mengenai pentingnya gizi dan pola asuh yang benar.
“Mari kita jadikan komitmen yang kita rumuskan pada hari ini sebagai aksi nyata, bukan sekadar dokumen seremonial belaka. Bersama-sama, kita wujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting di wilayah kerja Puskesmas kita. Atas nama Puskesmas Air Rami, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berdedikasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting. Semoga langkah yang kita lakukan bersama ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT.” Tutup Wahid Setiono.
Rangkaian acara selanjutnya adalah acara inti yaitu diskusi pembahasan tentang usulan -usulan dari para kader dan masyarakat selanjutnya disepakati dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani bersama BPD dan Pemerintah Desa serta pihak yang berkompeten.
Adapun daftar usulan berdasarkan hasil pembahasan Rembug Stunting tingkat Desa yang menjadi hasil kesepakatannya, yaitu usulan-usulan prioritas usulan program/ kegiatan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif disusun dari hasil diskusi di RDS sebagai berikut:
USULAN KEGIATAN INTERVENSI GIZI SPESIFIK:
*Penyaluran pipa ke masyarakat
*Jenis Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Balita jenis Lokal
*Pelatihan Kader Posyandu (Stunting)
*Vitamin Tambahan remaja
*Alat Lengkap Cek HB, timbangan, tensi, tinggi badan, lila, alkes remaja
*Pelapis Tebing
*Paving Blok
*Karpet posyandu balita
*Biaya transport posyandu
*Tambahan honor posyandu
*PMT anak Sekolah PAUD
USULAN KEGIATAN
INTERVENSI GIZI SENSITIF:
*Pencegahan pernikahan dini/ (Kespro) Kesehatan dan Produksi.
*Penyuluhan penanganan stunting
*Baju seragam kader posyandu (Balia)
*Baterai dan cas timbangan (Balita)
*Sosialisasi kenakalan anak remaja
*Tensi darah Posyandu lansia
*Timbangan berat badan Balita + Lansia.
Acara terakhir, penandatanganan Spanduk Komitmen bersama upaya percepatan pencegahan stunting di tingkat Desa Cinta Asih, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko. Perlu untuk diketahui, bahwa awak media tintabangsa.com juga turut menandatangani spanduk komitmen bersama tersebut. (ADV/AS).

