Pastikan Makanan Dan Minuman Aman Dari Bahan Berbahaya Selama Ramadhan, Dinkes Mukomuko Dan BPOM Lakukan Uji Sampel Takjil

Mukomuko, tintabangsa.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko bersama tim Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM melakukan pemeriksaan terhadap sample makanan dan minuman yang dijual pedagang takjil di berbagai wilayah Kabupaten Mukomuko selama bulan suci Ramadan.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengambil sejumlah sampel jajanan takjil dari berbagai pedagang yang tersebar di Kabupaten Mukomuko, selanjutnya sampel takjil tersebut diuji lab.

Langkah pemeriksaan makanan dan minuman takjil dari pedagang takjil tersebut dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam produk pangan. Pemeriksaan ini sekaligus memastikan bahwa makanan dan minuman takjil yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa aman dari kandungan bahan berbahaya.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, seluruh sampel yang diperiksa di laboratorium keliling dinyatakan aman tidak mengandung zat berbahaya.

Tim pengawas tidak menemukan kandungan pewarna tekstil seperti Rhodamin B maupun Methanil Yellow, serta tidak ditemukan bahan pengawet berbahaya seperti boraks dan formalin pada produk makanan dan minuman yang diuji.

Dengan hasil tersebut, jajanan takjil yang beredar di sejumlah lokasi penjualan di Kabupaten Mukomuko dinilai aman untuk dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajad Sudrajat, kepada awak media (10/3) mengatakan, bahwa kegiatan pengawasan sampel makanan dan Inuman selama bulan suci Ramadan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. Hal ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membeli makanan berbuka puasa.

Jajad juga menyebutkan, selain melakukan pengujian sampel, tim juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kualitas bahan baku, serta tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang.“Pengawasan ini tidak hanya sebatas pemeriksaan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pedagang agar selalu menjaga kualitas makanan yang dijual kepada masyarakat,” ujar Jajad.

Lebih jauh disampaikan oleh Jajad, Pengawasan dan pemantauan terhadap makanan dan minuman takjil akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadan berlangsung. Langkah ini mencegah potensi pelanggaran sekaligus melindungi kesehatan masyarakat,” lanjut Jajad.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat memilih jajanan takjil, kemudian memperhatikan warna makanan yang terlalu mencolok, aroma yang tidak wajar, maupun tekstur makanan yang mencurigakan.

“Kami berharap para pedagang tetap menjaga kualitas dan keamanan pangan yang dijual, sementara masyarakat juga diminta lebih cermat dalam memilih makanan. Jika menemukan hal yang mencurigakan terkait penggunaan bahan berbahaya, segera laporkan kepada kami agar dapat segera ditindaklanjuti.”Pungkas Kadinkes Mukomuko, Jajad Sudrajat. (ADV/AS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *