Gelar Reses, Sumardi Perjuangkan Aspirasi Guru PAUD

Bengkulu, Tintabangsa.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Sumardi, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Kelurahan Sido Mulyo, RT 14 RW 04, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Kegiatan ini berfungsi sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam sambutannya, Sumardi menekankan bahwa mendengarkan dan memahami kebutuhan warga adalah tanggung jawab penting yang harus dijalankan oleh seorang wakil rakyat.

Reses ini merupakan kewajiban yang harus kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kami hadir untuk mendengar serta memperjuangkan kebutuhan seluruh masyarakat Kelurahan Sido Mulyo, tegasnya.

Salah satu aspirasi yang mengemuka dalam sesi dialog dengan masyarakat disampaikan oleh perwakilan dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI). Kelompok ini mengungkapkan keprihatinan mengenai kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang menurut mereka masih berada pada tingkat yang jauh dari layak. Mereka menjelaskan bahwa mayoritas guru PAUD saat ini menerima honor yang sangat rendah, rata-rata di bawah Rp500 ribu per bulan. Selain itu, mereka menyerukan upaya pemerintah untuk memberikan dukungan terhadap sertifikasi guru PAUD guna meningkatkan pengakuan profesi tersebut serta memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka.

Menanggapi persoalan tersebut, Sumardi mengutarakan komitmennya untuk membawa aspirasi para guru PAUD ini hingga ke tingkat pemerintah pusat.

Kami akan memperjuangkan agar status guru PAUD dari nonformal menjadi formal di tingkat nasional. Permasalahan yang dialami para guru PAUD ini sudah seharusnya mendapat perhatian serius. Kita tidak bisa mengabaikan peran vital mereka dalam mengawasi dan membentuk karakter anak-anak sejak usia dini, terutama pada seribu hari pertama kehidupan, jelas Sumardi.

Ia juga menyampaikan harapannya agar ke depan seluruh guru PAUD di Indonesia dapat memperoleh pengakuan formal sebagai pendidik serta menikmati kesejahteraan yang lebih baik.

Semoga semua guru PAUD di Indonesia kelak mendapatkan status formal dan kesejahteraan yang layak, tambahnya.

Kegiatan reses ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari warga setempat, yang berharap agar berbagai aspirasi yang telah mereka sampaikan dapat direalisasikan melalui kebijakan konkret baik di tingkat provinsi maupun nasional.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *