Warek I Buka Sekolah Pasar Modal FEB Unusia

Jakarta — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah, Kamis (5/2/2026), bertempat di Aula Jakoeb Oetama, Lantai 4 Unusia. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Unusia, Fatkhu Yasik, M.Pd.

Dalam sambutannya, Fatkhu Yasik menekankan pentingnya pemahaman pasar modal syariah bagi mahasiswa sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori ekonomi dan akuntansi, tetapi juga harus melek terhadap praktik investasi yang sesuai prinsip syariah. “Sekolah Pasar Modal ini menjadi ikhtiar Unusia untuk menyiapkan generasi muda yang cerdas finansial, beretika, dan mampu mengambil peran strategis di sektor keuangan syariah nasional,” ujar Fatkhu Yasik.

Plt. Dekan FEB Unusia, Dr. Mohammad Zuhdi, M.A, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem akademik FEB yang terhubung langsung dengan industri dan regulator. Ia menegaskan bahwa pasar modal syariah memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan ekonomi berkeadilan. “Kami ingin mahasiswa Akuntansi dan Ekonomi Syariah Unusia tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku sadar dan kritis dalam pengembangan pasar modal syariah,” tegasnya.

Kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah ini menghadirkan dua narasumber utama dari praktisi dan regulator. Andri Muharizal Putra, S.E., M.M., QWP, Head of Education Partnership & Community PT MNC Sekuritas, menjelaskan pentingnya edukasi investasi sejak dini. Ia menekankan bahwa teknologi digital membuka akses luas bagi generasi muda untuk berinvestasi secara mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah. “Dengan pemahaman yang benar, mahasiswa bisa mulai berinvestasi dari nominal kecil, sekaligus membangun portofolio yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Andri.

Sementara itu, Reza Sadat Shahmeini, Spesialis Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), memaparkan landasan regulasi serta karakteristik pasar modal syariah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa investasi di pasar modal syariah bukanlah judi, melainkan aktivitas jual beli kepemilikan perusahaan yang transparan dan sesuai prinsip Islam. “Pasar modal syariah adalah bagian integral dari pasar modal nasional dan terus berkembang seiring meningkatnya investor syariah,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Ekonomi Syariah Unusia, serta turut dihadiri oleh Kaprodi Ekonomi Syariah beserta sekretarisnya, serta Kaprodi Akuntansi beserta sekretarisnya. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama sesi pemaparan hingga penutupan.

Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah ini, FEB Unusia akan mendirikan galeri investasi dan berharap dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki literasi investasi syariah yang kuat dan aplikatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *