Satu Dekade Mengabdi, STIESNU Bengkulu Angkat Isu Speech Delay Anak di Era Digital

BENGKULU – Sepuluh tahun perjalanan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu diperingati melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-10 yang menitikberatkan pada kepedulian sosial dan pendidikan masyarakat. Kegiatan dipusatkan di Aula STIESNU Bengkulu, Rabu (4/2/2026).

Mengusung tema besar kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, STIESNU Bengkulu mengawali perayaan dengan Seminar Nasional bertajuk “Speech Delay di Era 5.0: Transformasi dan Optimalisasi Lingkungan Belajar di PAUD”. Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri dari guru PAUD, orang tua, serta mahasiswa.

Acara dibuka secara resmi oleh pimpinan STIESNU Bengkulu dan dihadiri Sekretaris DPH STIESNU Bengkulu, Ketua STIESNU Bengkulu, para Wakil Ketua, serta seluruh sivitas akademika.

Peran Orang Tua dan Lingkungan Belajar Jadi Sorotan

Seminar menghadirkan Dra. Anni Suprapti, MS., Psikolog, dosen Universitas Bengkulu, yang menyoroti pentingnya peran keluarga dan deteksi dini dalam mencegah keterlambatan bicara pada anak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan interaksi sosial yang cukup agar anak tumbuh optimal.

Sementara itu, Evi Sumiati, M.Pd., pakar pendidikan PAUD, menekankan perlunya transformasi lingkungan belajar yang ramah anak dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan nilai-nilai sosial dan emosional.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif, khususnya terkait tantangan pola asuh anak di tengah dominasi gawai dan media digital.

Lomba Mewarnai, Edukasi Sejak Usia Dini

Tak hanya fokus pada diskusi ilmiah, Dies Natalis ke-10 STIESNU Bengkulu juga dimeriahkan dengan Lomba Mewarnai PAUD Tingkat Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan kreativitas anak sekaligus memperkenalkan dunia kampus sejak usia dini.

Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa peringatan satu dekade ini merupakan momentum refleksi sekaligus penguatan peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.

“Selama sepuluh tahun, STIESNU Bengkulu berupaya hadir tidak hanya sebagai pusat pendidikan ekonomi syariah, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam isu sosial dan pendidikan. Ini adalah bentuk komitmen kami,” ujarnya.

Menuju Transformasi Kelembagaan

Dalam laporannya, Ketua Panitia Dies Natalis ke-10, Syafrianto, MM, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Dies Natalis ke-10 menjadi simbol kematangan institusi. Melalui seminar dan lomba tingkat PAUD, kami ingin menghadirkan edukasi yang aplikatif sekaligus mempererat hubungan STIESNU Bengkulu dengan masyarakat,” katanya.

Ke depan, STIESNU Bengkulu menargetkan transformasi kelembagaan menuju IAINU Bengkulu, dengan tetap menjaga nilai keilmuan, keislaman, dan tradisi Nahdlatul Ulama. Rangkaian Dies Natalis akan berlanjut dengan berbagai perlombaan tingkat SMA sederajat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *