Sekolah Rakyat Sebagai Investasi Jangka Panjang Membangun SDM Unggul untuk Kemandirian Bangsa

Bandung, Jabar – Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan diresmikan pada 14 Juli 2025 merupakan sebuah terobosan yang sangat baik. Program ini hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan pendidikan di Indonesia sekaligus menjawab permasalahan sosial di tengah masyarakat. 

Prof. Dr. Ajid Thohir, M.Ag., Wakil Direktur 1 Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jabar,  pada 20  Januari 2026, mengatakan, selama ini, sistem pendidikan di Indonesia sebenarnya telah berkembang dengan baik, mulai dari pondok pesantren hingga sekolah dasar dan jenjang lainnya. Namun demikian, masih terdapat persoalan bagi masyarakat kurang mampu yang belum dapat mengakses pendidikan secara umum karena kendala ekonomi.

Oleh karena itu, Sekolah Rakyat digagas oleh Presiden sebagai upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan. Kemiskinan dinilai dapat melahirkan kebodohan serta membatasi akses pendidikan bagi masa depan anak-anak. Melalui Sekolah Rakyat, negara memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh pendidikan secara gratis, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh negara.

“Beasiswa-beasiswa yang ada belum bisa memberikan solusi secara komprehensif tentang persoalan kemiskinan dan pendidikan, untuk itu sekolah rakyat ini didorong untuk menyelesaikan permasalahan kebangsaan kita dibidang pendidikan. Kurikulum yang dikembangkan oleh sekolah rakyat ini adalah kurikulum tentang kebangsaan, bagaimana anak-anak dipersiapkan dari yang terpinggirkan hingga mereka bisa beradaptasi untuk masuk ke dalam lingkungan pendidikan formal dan kurikulum persiapan”, paparnya. 

Lanjutnya menjelaskan, dalam kurikulum formal, para siswa dididik secara disiplin dan belajar materi yang dibutuhkan untuk membangun bangsa. Sekolah ini memiliki sistem asrama / boarding school untuk membentuk lingkungan yang sangat bagus untuk melatih mentalitas, kedisiplinan dan kebersamaan seperti pola pesantren yang dulu telah ada di Indonesia. 

“Dengan pola ini maka penanaman nilai akhlak dan keagamaan akan lebih mudah untuk dapat diimplementasikan. Selain itu, kepemimpinan juga terus dilatih dengan pendampingan oleh guru yang terus membimbing dan mengawasi. Tidak kalah penting juga pelatihan bahasa untuk kepentingan mereka di masa depan untuk menghadapi  persaingan global yang disertai dengan literasi digital. Para siswa juga dilatih tentang kewirausahaan agar bisa hidup mandiri”, urainya.

Untuk diketahui, hingga saat ini, pemerintah telah meresmikan 166 titik sekolah rakyat di seluruh Indonesia yang masih akan terus dikembangkan. Oleh karenanya, pendidikan ini harus kita dukung bersama, dimana Pemerintah ingin menyelesaikan masalah ketidakmampuan masyarakat untuk mencerdaskan anak bangsa. Mari kita semua dukung program ini sebagai gagasan tanggungjawab pemerintah membangun pendidikan dan kemandirian anak bangsa. (Adr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *