Kaur, Tintabangsa.com- Dalam upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Kaur, operasional Dapur Sehat telah resmi dimulai sebagai bagian dari implementasi Program Makanan Bergizi (MBG) bagi pelajar.
Menanggapi beberapa masukan dari masyarakat, Ketua DPD-API Kabupaten Kaur, Epsan Sumarli, mengunjungi Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Epsan menyampaikan kepada pengelola dapur agar bahan pangan yang digunakan sebisa mungkin berasal dari produk lokal, seperti nasi, sayuran, buah-buahan, dan daging. Ia menekankan bahwa ini tidak hanya memberikan nutrisi penting bagi para siswa, tetapi juga mampu membantu mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Epsan juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan kehalalan makanan yang disediakan. Menurutnya, asupan gizi yang baik hanya dapat dirasakan manfaatnya jika makanan diproduksi secara bersih dan sesuai dengan syariat.
“Generasi yang sehat merupakan fondasi utama untuk menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, makanan harus bersih, halal, dan memiliki kualitas yang terjamin,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengelola MBG Desa Suka Bandung, Kasmi Harasti, sangat berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program MBG ini. Ia optimistis bahwa dapur MBG yang merata di seluruh Kabupaten Kaur bisa terwujud pada tahun 2026. Menurutnya, dapur yang baik dan berkualitas ini adalah wujud dari tindak lanjut program Asta Cita Presiden dalam meningkatkan pendidikan melalui pemberian gizi sehat untuk siswa. Kasmi menambahkan bahwa dapur-dapur MBG di Kabupaten Kaur diawasi secara ketat oleh TNI-Polri dan Dinas Kesehatan setempat, guna menjamin kualitasnya.
Koordinator Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah Kabupaten Kaur, Wijil, menjelaskan bahwa penambahan kuota atau titik dapur MBG di beberapa wilayah masih terkendala oleh masalah teknis pada situs resmi Bantuan Gizi Nasional (BGN). Namun, jika permasalahan ini telah teratasi, pihaknya berupaya mengembangkan titik baru di sejumlah kecamatan yang saat ini belum memiliki Dapur Umum MBG, seperti Kecamatan Kinal, Padang Guci Hulu, Lungkang Kule, Luas, dan Muara Sahung. Dengan demikian, diharapkan keberadaan Dapur MBG dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kaur secara merata. (UR/TB)

