ASAHAN, Tintabangsa.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan memperkuat koordinasi dan pembinaan administrasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK berjalan optimal, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny Yusnila Indriati Taufik, dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TP PKK Kabupaten, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa se-Kabupaten Asahan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Rabu (14/10/2026).
Dalam arahannya, Yusnila menegaskan pentingnya tertib administrasi serta pelaksanaan program kerja yang selaras dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025.
Ia mengungkapkan, berdasarkan kunjungan pembinaan yang dilakukan TP PKK Kabupaten Asahan ke sejumlah desa dan kelurahan, masih ditemukan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian bersama.
Di antaranya, masih terdapat desa yang belum memiliki administrasi PKK secara lengkap, seperti buku administrasi dan papan data sesuai ketentuan Rakernas X PKK. Selain itu, belum seluruh desa dan kelurahan melaksanakan program kerja berdasarkan pedoman tersebut.
Karena itu, Yusnila mengimbau seluruh Ketua TP PKK Kecamatan agar meningkatkan pembinaan dan pendampingan administrasi PKK di wilayah masing-masing, sehingga seluruh desa dan kelurahan dapat memenuhi ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, tertib administrasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang teratur, transparan, dan akuntabel. Dengan administrasi yang baik, pelaksanaan hingga evaluasi 10 Program Pokok PKK diharapkan semakin terukur dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Bupati Asahan dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Asahan, Mohammad Azmy Ismail, A.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan hingga kelompok Dasawisma.
Apresiasi tersebut diberikan atas kerja keras dan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi evaluasi lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), serta Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Asahan berharap berbagai upaya dan persiapan yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik serta mengantarkan Kabupaten Asahan meraih prestasi yang membanggakan. Prestasi yang telah diraih sebelumnya juga diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada berbagai perlombaan mendatang.
Bupati turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh perangkat daerah selaku dewan pembina yang selama ini mendukung program dan kegiatan TP PKK Kabupaten Asahan.
Ia menegaskan, Rakornis menjadi forum strategis untuk berdiskusi, berkoordinasi, dan berkolaborasi antara TP PKK dengan perangkat daerah terkait. Sinergi tersebut diperlukan agar program kerja yang dijalankan setiap Kelompok Kerja (Pokja) PKK dapat terlaksana sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Melalui Rakornis ini, seluruh jajaran TP PKK diharapkan mampu mengevaluasi sekaligus menyelaraskan program dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan. Dengan demikian, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dapat semakin optimal sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait Dasawisma, arahan Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, serta pidato Bupati Asahan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan bersama para undangan juga meninjau produk One Village One Product (OVOP) yang dipamerkan oleh masing-masing kecamatan. Peninjauan ini menjadi salah satu upaya untuk melihat potensi produk unggulan daerah yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain meninjau produk OVOP, Yusnila juga mengikuti kegiatan kerajinan mewarnai kain ikat yang menjadi bagian dari rangkaian acara.(Surya)








Komentar