Pertamina Klaim Pertalite On Spec, Ombudsman Dalami Puluhan Keluhan Kendaraan Ngadat

BENGKULU, Tintabangsa.com – Keluhan kendaraan brebet hingga kehilangan tenaga setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Bengkulu kini memasuki tahap pendalaman oleh Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu. Tak hanya meminta klarifikasi, Ombudsman juga meminta data hasil pengujian sampel BBM dari Pertamina sebagai bukti untuk menelusuri persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan setelah Ombudsman memanggil manajemen Pertamina Bengkulu untuk memberikan penjelasan pada Senin (12/10/2026). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.15 WIB, dihadiri Sales Area Manager Pertamina Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, bersama jajarannya.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Mustari Tasti, mengatakan klarifikasi diperlukan untuk mendalami mekanisme penyaluran Pertalite, kualitas BBM, hingga hasil pengujian sampel yang dilakukan Pertamina.

Menurut Mustari, data hasil pengujian tersebut penting untuk menjadi bukti autentik dalam proses pemeriksaan. Ombudsman ingin memastikan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat ditangani berdasarkan data dan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata berdasarkan pernyataan masing-masing pihak.

Ombudsman juga masih menerima laporan masyarakat yang mengeluhkan kendaraan mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite. Karena itu, masyarakat yang merasa dirugikan diminta menyampaikan pengaduan disertai kronologi kejadian dan bukti pendukung.

Selain persoalan kualitas BBM, Ombudsman turut mendalami mekanisme kompensasi bagi konsumen yang mengalami kerugian. Namun, pihaknya belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab gangguan kendaraan maupun ada atau tidaknya pelanggaran dalam pelayanan dan penyaluran BBM tersebut.

Di sisi lain, Pertamina menyatakan hasil pengujian sampel Pertalite yang dilakukan melalui laboratorium LEMIGAS menunjukkan produk BBM yang disalurkan masih memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Sales Area Manager Pertamina Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, mengatakan pengujian dilakukan terhadap sampel BBM dalam rangkaian penyaluran, mulai dari terminal BBM hingga SPBU.

“Berdasarkan pengujian terakhir pada 3 Oktober, seluruh produk yang kami salurkan memenuhi spesifikasi atau masih on spec,” ujar Farid saat memberikan keterangan setelah memenuhi panggilan Ombudsman.

Farid menjelaskan, apabila ditemukan kendaraan mengalami gangguan atau terdapat partikel di dalam tangki setelah pengisian Pertalite, kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut bersama konsumen maupun bengkel yang menangani kendaraan.

Ia menegaskan Pertamina tidak menutup kemungkinan memberikan kompensasi apabila hasil pemeriksaan membuktikan gangguan kendaraan berkaitan dengan kualitas BBM yang dipasarkan perusahaan tersebut.

“Jika memang terbukti berkaitan dengan kualitas BBM kami, Pertamina siap memberikan kompensasi,” tegasnya.

Farid mengungkapkan, hingga saat memberikan keterangan tersebut, Pertamina telah menerima laporan terkait 48 kendaraan yang mengalami kendala setelah pengisian BBM. Meski demikian, jumlah laporan itu belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh gangguan kendaraan disebabkan oleh Pertalite.

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, konsumen diminta mendatangi SPBU tempat terakhir mengisi BBM sebelum kendala terjadi atau menghubungi Pertamina melalui layanan 135.

Laporan akan ditelusuri dengan mencocokkan lokasi pembelian, waktu pengisian, serta jumlah BBM yang dibeli. Jika kendaraan belum diperbaiki, konsumen dapat diarahkan ke bengkel rekanan Pertamina untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara bagi kendaraan yang sudah diperbaiki, konsumen diminta menyiapkan nota perbaikan serta dokumentasi foto atau video yang berkaitan dengan kondisi kendaraan saat mengalami gangguan.

Meski Pertamina menyatakan hasil pengujian sampel memenuhi spesifikasi, Ombudsman masih mendalami keluhan masyarakat dan meminta data pendukung untuk kepentingan pemeriksaan. Hasil pengujian sampel yang dinyatakan sesuai spesifikasi tersebut belum dengan sendirinya menjawab penyebab setiap gangguan kendaraan yang dilaporkan.(TB)

Komentar