ASAHAN, Tintabangsa.com – Sejumlah awak media cetak dan siber yang beraktivitas di Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Batu Bara resmi membentuk wadah persatuan wartawan bernama Front Koalisi Wartawan Asahan, Tanjungbalai dan Batu Bara (FKW ASTARA).
Pembentukan FKW ASTARA berlangsung dalam suasana sederhana dan kekeluargaan pada Jumat (2/10/2026) sore, di salah satu warung di Jalan K.H. Agus Salim, kawasan Pasar Lama, Kisaran, Kabupaten Asahan.
Organisasi tersebut lahir dari gagasan untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan para wartawan yang selama ini menjalankan aktivitas jurnalistik secara mandiri di tiga wilayah tersebut.
FKW ASTARA mencakup tiga wilayah, yakni Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Batu Bara.
Dalam pembentukan tersebut, para wartawan menyepakati struktur kepengurusan untuk masa bakti lima tahun, periode 2026–2031.
Berdasarkan kesepakatan bersama, Nur Karim Anwar dipercaya sebagai Ketua FKW ASTARA, sedangkan posisi Sekretaris dipercayakan kepada Tajuddin Harda.
Kepengurusan tersebut diharapkan mampu menjalankan visi dan misi organisasi serta membangun FKW ASTARA sebagai wadah komunikasi, solidaritas dan pengembangan profesionalitas wartawan di tiga wilayah.
Selain mempererat silaturahmi lintas daerah, FKW ASTARA diharapkan dapat membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat maupun berbagai pemangku kepentingan dengan tetap menjunjung independensi dan etika jurnalistik.
Salah satu tokoh masyarakat Asahan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rachmad Nasution, menyampaikan sejumlah harapan terhadap organisasi yang baru terbentuk itu.
Menurutnya, keberadaan FKW ASTARA jangan hanya berhenti pada kegiatan deklarasi atau pembentukan kepengurusan. Organisasi tersebut diharapkan memiliki program kerja nyata yang menyentuh kebutuhan para wartawan.
“Organisasi ini jangan hanya berdiri sebentar lalu hilang. Yang kami harapkan, ke depannya FKW ASTARA harus punya program yang sungguh-sungguh memikirkan nasib wartawan, kesejahteraan, perlindungan, peningkatan kualitas, dan kepentingan profesi kita bersama,” ujar Rachmad.
Ia juga mengingatkan agar FKW ASTARA mampu menjaga keberlangsungan organisasi dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan yang dipimpin Nur Karim Anwar dan Tajuddin Harda untuk membuktikan bahwa organisasi yang lahir dari kebersamaan tersebut dapat berkembang secara konsisten.
Dengan terbentuknya FKW ASTARA, para penggagas berharap organisasi ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas insan pers, meningkatkan profesionalitas wartawan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Batu Bara.(Surya)








Komentar