KAUR, Tintabangsa.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto disebut belum dirasakan secara merata oleh seluruh sekolah. Salah satunya di SMK Negeri 3 Kaur, Kabupaten Kaur, yang hingga kini disebut belum mendapatkan program tersebut.
Program MBG mulai dilaksanakan secara nasional sejak 6 Januari 2025. Program ini menyasar peserta didik mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta kelompok sasaran lainnya seperti balita dan ibu hamil, dengan tujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi.
Sejumlah guru di SMK Negeri 3 Kaur menyampaikan bahwa sekolah mereka hingga saat ini belum memperoleh program MBG. Mereka berharap pelaksanaan program tersebut dapat diperluas sehingga seluruh sekolah yang menjadi sasaran mendapatkan kesempatan yang sama.
Salah seorang guru SMK Negeri 3 Kaur, Realis Gea, S.Kom., mengatakan pihaknya mendukung penuh program nasional tersebut. Namun, ia berharap pelaksanaannya dapat dilakukan secara merata dan benar-benar memberikan manfaat dalam meningkatkan gizi anak.
“Kami sangat setuju dengan program nasional Presiden Prabowo, yaitu MBG. Namun, kami berharap program ini dapat meningkatkan gizi anak dan ibu hamil secara merata. Kami, beberapa dewan guru di SMK 3 Kaur, berharap sekolah kami juga mendapatkan program MBG,” ujar Realis Gea, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, program MBG telah berjalan lebih dari satu tahun. Karena itu, masih adanya sekolah yang belum mendapatkan program tersebut menjadi perhatian bagi pihak sekolah.
“Kami berharap program MBG ini dapat direalisasikan secara merata, sehingga sekolah kami juga mendapatkan program ini,” katanya.
Pihak sekolah berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap pemerataan pelaksanaan MBG, termasuk memastikan sekolah-sekolah yang belum mendapatkan program tersebut dapat masuk dalam sasaran pelaksanaan berikutnya.(UR/TB)








Komentar