ASAHAN, Tintabangsa.com – Kondisi Jalan Lintas Sumatera di kawasan Kisaran Timur hingga Sei Dadap, Kabupaten Asahan, menjadi sorotan warga. Sejumlah titik badan jalan di sekitar Tugu Kisaran–Sentang hingga kawasan perbatasan Desa Sei Dadap I dan II terlihat mengalami kerusakan dan berlubang.
Kerusakan tersebut dikeluhkan karena berada di jalur yang cukup padat dilalui masyarakat. Kendaraan roda dua, mobil pribadi, kendaraan angkutan barang hingga bus setiap hari melintas di ruas tersebut.
Pada Sabtu (20/9/2026), kondisi sejumlah lubang terlihat semakin mengganggu pengguna jalan. Saat hujan, sebagian lubang dapat tertutup genangan air sehingga permukaannya tidak terlihat jelas oleh pengendara.
Warga menilai kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera. Mereka secara khusus meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Utara turun langsung memeriksa kondisi ruas jalan dan memastikan langkah perbaikan dapat dilakukan.
“Sudah lama begini. Sering dilaporkan, sudah disurvei berkali-kali, tapi tidak ada perbaikan. Kalau malam melintas di sini, nyawa taruhan. Siapa yang bertanggung jawab kalau ada yang celaka?” ujar seorang warga yang mengaku setiap hari melintasi jalur tersebut.
Warga juga mengklaim terdapat sejumlah pekerjaan penggalian di sekitar badan jalan yang menurut mereka belum sepenuhnya dikembalikan dalam kondisi semula. Pernyataan tersebut masih membutuhkan konfirmasi dari pihak yang melakukan pekerjaan maupun instansi berwenang.
Desak BPJN Cek Langsung Kondisi Jalan
Masyarakat meminta BPJN Sumut melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalan, termasuk memastikan titik kerusakan, penyebabnya serta kebutuhan penanganan.
Selain perbaikan permanen, warga meminta adanya langkah pengamanan sementara berupa rambu, lampu peringatan atau tanda lain pada titik yang dianggap berbahaya bagi pengguna jalan.
“Jalan ini bukan milik pejabat, bukan milik kontraktor. Ini jalan yang digunakan rakyat. Kami meminta BPJN melihat langsung kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah perbaikan,” kata warga.
Warga juga meminta apabila terdapat pekerjaan galian yang dilakukan pihak tertentu di badan jalan, kondisi jalan dikembalikan secara layak dan aman setelah pekerjaan selesai.
Masyarakat menyatakan akan terus memantau kondisi ruas jalan tersebut dan melaporkan perkembangan penanganannya. Mereka berharap perhatian BPJN Sumut dapat segera diwujudkan melalui pemeriksaan dan langkah perbaikan di lapangan.(Surya)

