Kabupaten Semarang – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Tengaran bersama Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga menggelar lomba tari keprajuritan. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan semangat nasionalisme, kekompakan, serta kecintaan terhadap budaya dan nilai-nilai perjuangan bangsa.
Lomba tari keprajuritan menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan. Tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mempererat hubungan antara TNI, pemerintah kecamatan, dan masyarakat. Rabu ( 12/8/2026 )
Dengan mengenakan busana bernuansa keprajuritan, para peserta tampil penuh semangat di hadapan penonton. Gerakan tari yang dinamis dipadukan dengan kekompakan barisan dan ekspresi penuh percaya diri menggambarkan semangat para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-129 dalam kegiatan tersebut turut memberikan warna tersendiri. Di sela-sela pelaksanaan program TMMD, prajurit tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial budaya yang mampu membangun kebersamaan dengan masyarakat.
Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., melalui keterlibatan personel Satgas menyampaikan bahwa kegiatan seperti lomba tari keprajuritan memiliki nilai positif dalam menanamkan semangat nasionalisme, khususnya kepada generasi muda.
“Semangat kemerdekaan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Melalui kegiatan seni dan budaya seperti ini, nilai perjuangan, kedisiplinan, kekompakan dan cinta tanah air dapat terus tumbuh,” ungkapnya.
Sementara itu, sinergi antara Kecamatan Tengaran dan Satgas TMMD menunjukkan bahwa semangat membangun desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui penguatan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Sorak sorai penonton yang mengiringi penampilan para peserta semakin menambah kemeriahan suasana. Setiap kelompok berusaha memberikan penampilan terbaik dengan mengedepankan kekompakan, kreativitas, kedisiplinan gerak, serta pesan perjuangan yang terkandung dalam tari keprajuritan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari jati diri bangsa Indonesia. TNI dan masyarakat bersatu dalam suasana penuh kegembiraan menyambut hari bersejarah bagi bangsa.
Melalui lomba tari keprajuritan, semangat “Dengan perjuangan dan kebersamaan, kita terus mengisi kemerdekaan” terasa semakin nyata. Kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan dapat dirayakan melalui kebersamaan, kreativitas, budaya, dan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
( Pendim 0714/Boin )

