Ustadz Jundullah Ajak Warga Bengkulu Perkuat Toleransi dan Jaga Kondusivitas Selama Ramadan

BENGKULU, Tintabangsa.com – Tokoh agama Kota Bengkulu, Ustadz Jundullah, M.Pd.I, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat toleransi dan menjaga keamanan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati, khususnya kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Dalam keterangannya, Ustadz Jundullah menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk mempererat persaudaraan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang berada di Kota Bengkulu, umumnya di Bumi Merah Putih, untuk memperkuat rasa toleransi dan menghargai perbedaan, terutama di bulan suci Ramadan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bentuk toleransi dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, termasuk bagi masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa.

“Bagi saudara-saudara kita yang tidak berpuasa, hendaknya menghormati yang sedang menjalankan ibadah puasa. Tidak makan atau minum secara terang-terangan di tempat umum, serta tidak membuka warung makan secara vulgar pada siang hari.

Ini penting agar saudara-saudara kita yang berpuasa tetap dapat menjaga nilai-nilai puasanya dengan baik, tanpa terganggu oleh hal-hal yang dapat memancing emosi atau mengurangi kesempurnaan ibadah,” jelasnya.

Selain soal toleransi, Ustadz Jundullah juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan keamanan lingkungan masing-masing. Ia menyoroti fenomena kenakalan remaja yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban selama Ramadan.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, mari kita jaga keamanan wilayah kita dari hal-hal yang merusak. Akhir-akhir ini kita melihat adanya pergaulan yang tidak bermanfaat, seperti balap motor liar maupun perang sarung, yang dapat mengganggu ketertiban dan kekhusyukan ibadah puasa,” tegasnya.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan yang sangat dimuliakan, sehingga sudah sepatutnya diisi dengan kegiatan positif dan memperbanyak ibadah, bukan justru aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, Kota Bengkulu dapat menjadi daerah yang aman, tenteram, dan religius, sejalan dengan visi pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan Insya Allah Kota Bengkulu menjadi kota yang aman, tenteram, damai, dan sejuk. Kita ingin Bengkulu menjadi daerah yang maju dan religius, yang menanamkan nilai-nilai agama dan budi luhur sebagai tonggak kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Ustadz Jundullah juga memanjatkan doa agar Bengkulu senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.

“Semoga kita menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang makmur dan diridai Allah SWT, yang keberkahannya turun dari langit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *