Perang Sarung dan Geng Motor Harus Segera Ditangani, Aktifkan Lagi Pos Kamling

Kota Bengkulu, Tintabangsa.com- Fenomena meningkatnya aksi perang sarung dan geng motor yang meresahkan warga menjadi perhatian serius bagi Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Ia menegaskan bahwa tindakan kenakalan remaja yang mengganggu ketertiban masyarakat tidak boleh diabaikan, terlebih lagi saat bulan suci Ramadan.

Dedy menekankan perlunya langkah konkret untuk mencegah situasi semakin memburuk. Salah satu upaya yang diinisiasi adalah mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) di seluruh kawasan Kota Bengkulu.

“Kita tidak boleh lengah. Ayo kita hidupkan kembali peran poskamling di kota ini. Para lurah, ketua RT, ketua RW, dan anggota Linmas harus siap siaga menghadapi potensi gangguan yang meresahkan masyarakat,” tegasnya dengan penuh ketegasan.

Ia juga menggarisbawahi bahwa menjaga keamanan lingkungan bukanlah tugas aparat semata, tetapi tanggung jawab bersama. Koordinasi antarperangkat wilayah dinilai sangat penting untuk mengenali dan mencegah kemungkinan gangguan keamanan sejak dini.

Di samping itu, Dedy memberikan pesan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka, terutama di malam hari selama bulan Ramadan. Ia mendorong penegakan kembali program jam belajar malam sebagai salah satu cara untuk meminimalkan potensi remaja berkeliaran tanpa arah.

“Peran orang tua sangat penting dalam memantau kegiatan anak mereka, khususnya saat malam hari. Dengan mengawasi jam belajar malam, anak-anak dapat terlindungi dari kegiatan-kegiatan negatif seperti perang sarung atau terlibat dalam geng motor,” jelasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan lingkungan, dan para keluarga, Pemkot Bengkulu berharap suasana Ramadan dapat tetap berlangsung aman, kondusif, dan penuh ketenangan tanpa gangguan aksi-aksi yang mencemaskan masyarakat.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *