Bengkulu – Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Bengkulu 2026, gencar melakukan pengawasan dan pengecekan sejumlah Harga Bahan Pokok Penting di tingkat pasar tradisional, gerai, minimarket, dan pasar modern di Bengkulu. Hingga saat ini tim gabungan yang dikomandoi Dirreskrimsus Polda Bengkulu tengah turun ke lapangan untuk menekan lonjakan harga.
Kendati beberapa komoditi pangan seperti Cabe merah, Cabai Rawit Merah di Bengkulu masih diatas Harga Acuan Penjualan (HAP) namun untuk komoditi lain yakni Minyak goreng, Gula dan Ayam Potong berada dibawah Harga Eceran Tertinggi maupun HAP di Provinsi Bengkulu, ini disampaikan Ketua Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Bengkulu 2026, sekaligus Direktur Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kombespol. Aris Tri Yunarko.
“Secara umum Satgas Saber ketahanan Pangan mampu menekan Harga di Pasar,” kata Kombespol. Aris Tri yunarko saat rapat Analisa dan Evaluasi digedung Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kamis (12/2/2026).
Kenaikan beberapa komoditi ini sambung Dirreskrimsus di mungkin kan dengan kondisi kebutuhan masyarakat atau pembeli yang cukup tinggi karena adanya kebutuhan jelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Di beberapa wilayah di Bengkulu terjadi lonjakan harga yang naik dan turun, seperti harga di pasar Kota Bengkulu untuk cabai merah berada di Rp. 62.500 per kilogram sedang di kabupaten Seluma berada pada harga Rp. 45-50 ribu per kilogram.
Untuk daging sapi segar di beberapa wilayah Bengkulu harga bervariasi dari Rp. 130.000 per kilogram hingga menyentuh Harga Tertinggi Rp. 140.000/ kilogram.
Kendati terjadinya lonjakan, namun Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Bengkulu 2026 dengan didampingi Bapanas, Bulog dan beberapa Dinas terkait untuk melakukan netralisasi harga, dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik buying sehingga mempengaruhi lonjakan harga.

