Bengkulu, Tintabangsa.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Suharto, melaksanakan reses masa persidangan pertama tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Cempaka 10, RT 10 RW 03, Kelurahan Kebun Beler, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Suharto menekankan pentingnya reses sebagai salah satu instrumen strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia mengungkapkan komitmennya untuk mengupayakan agar setiap usulan yang muncul dari masyarakat dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan sesuai tingkat kewenangan di ranah pemerintahan provinsi.
Menurut Suharto, kegiatan reses menjadi wadah yang esensial bagi masyarakat untuk menyuarakan berbagai isu dan kebutuhan. Ia menegaskan bahwa semua aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan dengan memperhatikan regulasi yang berlaku dan potensi implementasinya.
Dalam kesempatan tersebut, Suharto turut membahas pelaksanaan sejumlah program strategis pemerintah di tahun 2026, di antaranya Program MBG dan Koperasi Merah Putih. Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama terhadap implementasi program-program tersebut untuk memastikan keberlanjutannya dan menghindari penyalahgunaan.
Ia juga memberikan pandangannya mengenai situasi pemerintahan di Provinsi Bengkulu yang pada umumnya masih berada dalam kondisi aman dan stabil. Namun, Suharto mengingatkan bahwa kehati-hatian tetap wajib diterapkan dalam menjalankan fungsi pemerintahan agar tidak terjadi penyimpangan dari peraturan.
Dalam sesi diskusi yang menjadi bagian integral dari kegiatan reses ini, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi mereka. Salah satu masukan berasal dari Leo Saputra, warga Kebun Tebeng, yang menanyakan perkembangan proyek pembangunan Jalan Tol Taba Penanjung–Kepahiang. Menanggapi hal ini, Suharto menjelaskan bahwa proyek jalan tol Bengkulu–Lubuk Linggau telah masuk dalam kategori proyek prioritas nasional sesuai Surat Keputusan Menteri.
Lebih lanjut, salah seorang peserta reses, Ayu dari kelompok Voli Putri Bumi Ayu, mengajukan permohonan bantuan berupa seragam olahraga dan bola voli untuk mendukung aktivitas olahraga di lingkungannya. Menyikapi permintaan tersebut, Suharto menyatakan kesediaannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan olahraga lokal.
Kegiatan reses ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat partisipatif dari masyarakat. Diharapkan, berbagai masukan yang diterima selama acara dapat direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan serta mendorong pembangunan yang lebih merata di wilayah Provinsi Bengkulu.(TB)

