Kapolda Bengkulu Resmikan Ground Breaking Bedah Rumah ke-66, Bangun Harapan Baru Warga Seluma

BENGKULU – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. melaksanakan kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama Program Bedah Rumah ke-66 yang dirangkaikan dengan bakti sosial, bertempat di Desa Riak Siabun, Kabupaten Seluma, Rabu (7/11/2026). Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan, sekaligus wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat.

Program bedah rumah tersebut merupakan hasil sinergi antara Polda Bengkulu dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Real Estate Indonesia (REI), Pelindo, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kolaborasi lintas lembaga ini telah berhasil merealisasikan pembangunan rumah ke-66, yang secara konsisten diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu melalui pendekatan kemanusiaan dan kebersamaan.

Penerima manfaat program ini adalah keluarga Bapak Subakir, seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai tukang panen sawit. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi terbatas dan kurang layak huni akan dibangun kembali menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan sehat, sehingga dapat menunjang kehidupan keluarga secara lebih baik.

Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa tujuan utama program bedah rumah adalah menghadirkan hunian yang layak sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

“rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga ruang tumbuhnya harapan, ketenangan, dan masa depan keluarga. Kehadiran Polri melalui program ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung dan dirasakan oleh masyarakat,” ucap Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si.

Selain peletakan batu pertama, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sembako kepada warga sekitar. Hal tersebut semakin memperkuat nilai kepedulian sosial dan empati terhadap masyarakat yang membutuhkan, serta menunjukkan bahwa program ini tidak semata berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan.

Kapolda Bengkulu juga menyampaikan bahwa bedah rumah bukan sekadar membangun dinding dan atap, melainkan membangun harapan dan semangat baru bagi penerima manfaat. Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial ini dapat terus tumbuh dan berlanjut, tidak hanya di lingkungan kepolisian, tetapi juga di seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *