Green Network in Action, Awal Tahun sebagai Ruang Otokritik Ekologis

Green Democracy Institute bersama Green Generation Kota Bengkulu telah sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Green Network in Action” dengan tema “Tahun Baru, Semangat Baru” pada 1 Januari 2026 di sepanjang garis Pantai Panjang Kota Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu di sepanjang kurang lebih 5 kilometer kawasan pesisir, sebagai bentuk aksi nyata dan kolaboratif dalam merespons tantangan lingkungan pesisir yang semakin kompleks.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 260 peserta yang berasal dari berbagai elemen strategis, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, unsur TNI, Kepolisian, hingga perwakilan pemerintah daerah. Keterlibatan lintas sektor tersebut merepresentasikan semangat kolaborasi multipihak (multi-stakeholder collaboration) yang menjadi fondasi utama dalam pembangunan lingkungan berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, melainkan agenda bersama seluruh lapisan masyarakat.

Secara konseptual, Green Network in Action dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial awal tahun, tetapi sebagai ruang konsolidasi jejaring hijau (green network) yang mempertemukan actor – aktor muda, institusi negara, dan komunitas sipil dalam satu aksi kolektif. Melalui pendekatan ini, kegiatan diharapkan mampu membangun pola kerja kolaboratif lintas sektor di Kota Bengkulu yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Adapun rangkaian kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi aksi bersih pantai (clean up) di sepanjang 5 kilometer garis Pantai Panjang, adopsi dan penanaman 500 pohon yang terdiri dari jenis pinang, tabebuya, dan cemara, serta pelepasan 10 ekor penyu sebagai bentuk dukungan terhadap upaya konservasi satwa laut yang dilindungi. Pemilihan jenis tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ekologis pesisir, fungsi estetika, serta daya adaptasi terhadap lingkungan pantai.

Salah satu inovasi penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan audit sampah plastik pertama di Kota Bengkulu. Melalui proses pemilahan dan pencatatan, tercatat bahwa hampir 4 ton sampah anorganik berhasil dikumpulkan dari kawasan pesisir. Audit ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis generasi muda terhadap persoalan polusi plastik, sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengidentifikasi merek atau perusahaan yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan pesisir. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong diskursus tanggung jawab produsen (extended producer responsibility) di tingkat lokal.

Kegiatan Green Network in Action secara resmi dibuka oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi Green Democracy Institute beserta para kolaborator dalam menghadirkan program lingkungan yang terstruktur, partisipatif, dan berdampak nyata.

Pemerintah daerah menilai kegiatan ini sebagai contoh praktik baik kolaborasi antara masyarakat sipil, generasi muda, dan institusi negara dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Sebagai bagian dari penguatan identitas gerakan, Green Democracy Institute juga membagikan merchandise berupa topi kepada peserta.

Merchandise ini tidak sekadar simbol partisipasi, tetapi mengandung nilai filosofis tentang peran orang muda Bengkulu sebagai penjaga alam, pemilik masa depan, dan aktor utama perubahan menuju tatanan sosial-ekologis yang lebih adil dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Green Network in Action, Green Democracy Institute bersama Green Generation Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gerakan lingkungan berbasis kolaborasi, pengetahuan, dan aksi nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya inisiatif serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat posisi generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Kota Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *