Greenpreneur 2025 menjadi Model Baru Inkubasi Wirausaha Hijau Inklusif di Indonesia dari Bengkulu

Bengkulu— Onschool Indonesia Grup berkolaborasi dengan Green Democracy Institute secara resmi menyelenggarakan program Greenpreneur 2025, sebuah inisiatif akselerasi kewirausahaan hijau yang mengedepankan prinsip inklusivitas sosial dan keberpihakan ekologis. Program ini secara khusus menyasar orang muda dari kelompok rentan dan kurang mampu, sebagai bagian dari upaya memperluas akses kewirausahaan yang adil dan berkelanjutan.

Greenpreneur 2025 dirancang tidak hanya untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa pertumbuhan usaha harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan aksi iklim. Kolaborasi dengan Green Democracy Institute memperkuat pendekatan tersebut, dengan menempatkan nilai green democracy yakni demokrasi yang berpihak pada keadilan ekologis sebagai fondasi utama program.

Ketua DPD RI yang juga berasal dari Provinsi Bengkulu, Sultan Baktiar Najamudin, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta terpilih Greenpreneur 2025. Ia berharap para peserta mampu melahirkan model bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim. Menurutnya, masa depan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh peran anak muda yang memiliki kesadaran ekologis sejak dini.

Perlu diketahui, dalam program ini Onschool Indonesia Grup terpilih sebagai salah satu dari lima awardee nasional Youth Accelerator Fund yang didukung oleh Plan Indonesia, sebuah pengakuan atas konsistensi Onschool dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan inklusif berbasis anak muda.

Founder Onschool Indonesia, Dani Fazli, menjelaskan bahwa komitmen Onschool terhadap kewirausahaan inklusif telah dibangun sejak tahun 2021. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai agenda pelatihan, pendampingan, hingga puncaknya pada program Gerak UMKM Provinsi Bengkulu yang melibatkan lintas sektor. Namun, Dani menegaskan bahwa Greenpreneur 2025 hadir dengan diferensiasi kuat.

“Tahun ini, selain fokus pada akselerasi aktivitas ekonomi anak muda, Greenpreneur secara tegas mengambil posisi keberpihakan pada pelestarian lingkungan. Ini menjadi agenda pertama di Pulau Sumatera yang mengusung konsep inkubasi wirausaha hijau yang inklusif,” jelas Dani.

Ia juga menekankan bahwa Greenpreneur menjunjung tinggi nilai inklusivitas, salah satunya dibuktikan dengan kepemimpinan perempuan sebagai ketua penyelenggara. Ke depan, Greenpreneur direncanakan akan diselenggarakan di berbagai daerah dan provinsi di Pulau Sumatera, dengan skala yang terus diperluas.

“Tahun ini kami memulai dengan 25 peserta, dan saya yakin gerakan ini akan terus membesar serta melahirkan lebih banyak greenpreneur muda di masa mendatang,” tambahnya optimistis.

Sementara itu, Mutia Lestari, selaku Ketua Penyelenggara Greenpreneur Angkatan I, menjelaskan bahwa program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat ratusan pendaftar dari berbagai latar belakang mengikuti proses seleksi, hingga akhirnya terpilih 25 awardee.

Kegiatan Greenpreneur 2025 dilaksanakan selama dua hari, pada 13–14 Desember 2025, bertempat di Hotel Vista, Bengkulu. Sebanyak 25 awardee tersebut dibagi ke dalam lima tim, dan pada akhir kegiatan masing-masing tim menerima bantuan modal awal sebesar Rp1.000.000 per tim.

“Dalam satu bulan ke depan, setiap tim diwajibkan mengimplementasikan rencana bisnisnya secara nyata. Bisnis yang dinilai paling potensial dan berdampak akan terpilih sebagai tim terbaik,” ungkap Mutia.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari berbagai pakar lintas sektor, mulai dari perwakilan pemerintah, pelaku usaha, hingga influencer yang bergerak di bidang kewirausahaan dan lingkungan. Ilmu dan pengalaman yang diberikan diharapkan dapat langsung diimplementasikan dalam pengembangan usaha para peserta.

Melalui Greenpreneur 2025, Onschool Indonesia Grup dan Green Democracy Institute menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi wirausahawan muda yang inklusif, berdaya saing, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan, sebagai bagian dari solusi masa depan ekonomi hijau Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *