Bengkulu, 15 Juli 2025 – Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bengkulu menggelar Halal Bihalal Mahasiswa Papua se-Sumatra di Taman Budaya, Kota Bengkulu, Kamis (15/7). Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa Papua dari berbagai kota di Pulau Sumatra yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Papua se-Sumatera (KOMPASS), serta menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta memperkuat komitmen mahasiswa terhadap persatuan.
Halal bihalal ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan. Mahasiswa saling bersalaman, berdialog, serta mendengarkan pesan-pesan kebangsaan dan kedamaian dari Pemerintah daerah dan Polda Bengkulu. Dalam forum tersebut, mahasiswa menyatakan komitmennya untuk menjauh dari konflik dan aktif membangun kehidupan sosial yang damai, setara, dan saling menghargai.
Ketua KOMPASS, Arnoldus Sedik menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi mahasiswa Papua di Sumatra. “Melalui halal bihalal ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Papua bersatu, solid, dan siap berkontribusi untuk kemajuan” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif IMAPA Bengkulu dan KOMPASS. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dalam membangun suasana kekeluargaan dan menghindari perpecahan. “Kami mendukung penuh kegiatan ini karena mampu menyatukan silaturahmi antar mahasiswa Papua dari berbagai daerah. Ini bentuk nyata kontribusi pemuda dalam menjaga harmoni dan persatuan,” ujarnya.
Selain halal bihalal, KOMPASS juga mengumumkan rencana pelaksanaan Kompass Cup III, sebuah ajang olahraga yang mempertemukan mahasiswa Papua dari berbagai daerah di Sumatra. Turnamen ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Komunitas Mahasiswa Papua se-Indonesia (Kompass), dan menjadi wadah untuk memperkuat jaringan, persaudaraan, dan kerja sama antarmahasiswa.
“Kompass Cup bukan hanya sekadar turnamen, tapi juga simbol kebersamaan mahasiswa Papua yang menjauh dari konflik, dan memilih jalur yang membangun,” tambah perwakilan panitia.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, IMAPA Bengkulu menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan dilanjutkan secara berkala sebagai bentuk nyata peran mahasiswa dalam merawat harmoni dan membangun masa depan bersama.