Muratara, tintabangsa.com– Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni rutin memberikan informasi terkait perkembangan Muratara dan program-programnya yang akan menjadikan Muratara lebih baik dalam segala sektor.

Seperti pada unggahannya di media sosial Facebook pada hari Kamis (25/03), ia memberikan beberapa informasi terkait rencananya dalam memperbaiki jalan-jalan di Muratara, serta memperbaiki fasilitas umum seperti rumah sakit dan pendidikan untuk masyarakat Musi Rawas Utara.

“Saya bersama Innayah akan fokus pada jalan-jalan utama, seluruh wilayah kabupaten kita, rumah sakit, pendidikan, jaminan sosial, air bersih dan ekonomi rakyat, mengingat kondisi keuangan Musi Rawas Utara,” tulisnya di akun media sosial Facebook, Kamis (25/03).

Namun, ia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini ada yang harus ia selesaikan terlebih dahulu, yakni Kantor Bupati, DPRD, dan menata akses masuk ke Pusat Pemerintahan tersebut.

“Yang harus Saya dan Innayah selesaikan adalah Kantor Bupati, DPRD dan Jalan Masuk, serta merapikan ibu kota serta air bersih ibu kota,” jelasnya.

Bupati Devi mengatakan saat ini ia belum bisa menyelesaikannya karena ada permasalahan pada tanah lokasi kantor tersebut. Ia mengatakan tidak ada perubahan yang lebih baik pada kantor meskipun sudah menghabiskan banyak biaya di tahun 2017.

“Kami berdua Wabup tidak bisa menyelesaikan lokasi kantor semua karena tanah perkantoran itu sebenarnya dari dulu saya tidak setuju karena biaya menimbun mahal sekali serta tiang pancang harus masuk 25 meter. Perapian lokasi Kantor dari 2017 sudah bermilyar-milyar tetapi tidak memberikan hasil dan dampak saya tidak mau serupiah pun keluar uang rakyat tidak manfaat,” katanya.

Meski begitu, Bupati menyatakan tidak akan mencari lokasi baru, dan ia akan mencari cara agar pembangunan berlangsung dengan baik dan dapat menjadi pusat perekonomian Muratara.

“Namun kita tidak cari lokasi baru, tetap di situ tinggal cari cara membangunnya seefisien mungkin dan bertahap tetapi bagus untuk, kantor, perekonomian, Pendidikan, olahraga, pariwisata serta reset ilmu pengetahuan,” katanya.

Dengan melihat keuangan saat ini, mungkin akan terasa sulit untuk menyelesaikan pembangunan kantor tersebut, tetapi ia akan berusaha sebaik mungkin untuk membangun pusat pemerintahan ini.

“Secara keuangan kantor itu sulit selesai, butuh 1 triliun baru bagus karena lokasi rawah. Tetapi kita berusaha semaksimal mungkin untuk perkantoran ini, tentu bersama DPRD, Masyarakat dan lain-lain,” ujarnya.

Bupati Devi dan wakil bupati Innayah berharap agar masyarakat Rupit dapat menjual tanahnya untuk membuat Pasar Induk dan Rumah Jabatan.

“Saya bersama Innayah sedang meminta masyarakat Rupit menjual tanahnya untuk Pasar Induk dan Rumah Jabatan Bupati dan DPRD serta Rumah OPD dan Rumah Staff ASN,” tulisnya.

Namun, jika sampai waktu yang ditentukan ia belum bisa mendapatkan tanah atau lokasi yang dibutuhkan, maka ia akan pindah ke kawasan Rawas Ulu. Agar kawasan tersebut bisa menjadi tempat perputaran ekonomi terbaru.

“Jika sampai bulan 6 tidak dapat tanah untuk Rumah Jabatan Bupati di Rupit Kelurahan maka Rumah Jabatan akan pindah ke arah Rawas Ulu di Lintas. Agar arah Rawas Ulu menjadi hidup dan terbuka secara jangka panjang demi kemajuan Musi Rawas Utara dan Generasi Kita Mendatang,” katanya.

Bupati meminta kepada masyarakat agar bisa lebih memahami dan ikut serta mempermudah setiap langkah yang diambil oleh Pemerintah yang akan merubah Muratara menjadi lebih baik.

“Saya mohon kepada masyarakat ke kita tanahnya menjadi target pembangunan dipermudah dan jangan mahal karena keuangan negara ada patokannya,” katanya.

Ia berjanji akan membuat Muratara dikenal banyak masyarakat luas karena kebaikan dalam menghadapi setiap permasalahan yang terjadi, berdiskusi dalam menghadapi cobaan-cobaan untuk lebih maju dengan terobosan-terobosan baru.

“Kita sekarang ini sedang dilirik semua orang karena saya menjamin Aman dan Nyaman di Musi Rawas Utara. Kita sama-sama menjadi duta Musi Rawas Utara membuatnya jadi terkenal dalam kebaikan, ada masalah kita duduk diskusi cari jalan keluar yang patuh dan taat akan aturan serta membuat terobosan-terobosan baru,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa tidak akan ada lagi preman yang melakukan pungli di Muratara. Ia akan bersikap tegas menangani kasus preman dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Tidak ada preman malak mobil alat berat buat pembangunan seperti di Nibung itu selama ini malak 5 jt satu alat berat, ke ulu rawas 5 jt per alat berat, dua kecamatan ini harus berhenti oknum dan preman, saya gelut sampai ke rumah bersama kepolisian, jika masih dilakukan,” tegasnya.

Bupati Devi optimis akan membangun Muratara menjadi lebih baik untuk membuat masyarakat bahagia dan gembira.

“Kita optimis, kita bahagia dan kita gembira bersama dalam Citra Muratara Berhidayah,” ujarnya.

Bupati Muratara H Devi Suhartoni mengabarkan akan berkunjung ke Istana Negara pada hari Jumat ini, kunjungan tersebut hanya akan dihadiri oleh 25 Bupati terpilih. Ia mengungkapkan akan mengabadikan momen tersebut bersama Presiden Jokowi.

“Saya Insya Allah hari Jumat (26/03) ke Istana Negara yang diundang hanya 25 Bupati dari 470 Kabupaten se-Indonesia. Nak baphoto ngen yth Bapak Presiden, saya bersama Innayah cari kenangan baik dan prestasi kerja,” tutupnya.(ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here