Muratara, tintabangsa.com- Warga Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (18/3/2021) medatangi Ketua DPRD Kabupaten Muratara. Mereka mengadukan keresahan mereka, yang ditimbulkan aktivitas truk pengangkut batu bara.

Ariono sala satu perwakilan warga, mengatakan aktivitas kendaraan pengangkutan batubara kini sudah meresahkan masyarak yang berada tidak jauh dari jalan lintasan kendaraan tersebut.

“Debu dan suara yang di hasilkan dari kendaraan itu sangat bising, membuat masyarakat terganggu untuk beristirahat siang apalagi pada waktu malam hari tentu sangat-sangat mengganggu,” tuturnya.

Dijelaskannya, imbas dari aktivitas tiga perusahaan tersebut sudah ada rumah warga yang retak akibat getaran mobil besar yang tiap hari lewat tanpa jeda.

Dia mengatakan, dahulu di awal beroperasi, hanya sedikit kendaraan pengangkutan batubara yang melintasi jalan hauling tersebut. Kini, kata Ariono, jalan hauling batubara itu sudah sangat padat, bahkan jumlah kendaraan pengangkutan batubara sudah melebihi kapasitas.

“Sudah hampir seribu kendaraan yang beroperasi dan lalu lalang, itulah yang membuat masyarakat sudah tidak tahan dan akhirnya melapor ke sini,” jelasnya sambil mengatakan ada tiga perusahaan yang beroperasi di sana.

Selain mengadu kepada DPRD Kabupaten Muratara, masyarakat juga telah melapor keresahan mereka ke kementerian terkait.

“4 Maret 2021 kami ke Inspektur Tambang di Palembang, kami mengantar surat laporan darurat yang kami tujukan ke Bapak Dirjen Minerba Kementerian ESDM di Jakarta,” kata Ariono.

Ariono mengatakan, masyarakat berharap kepada pemangku kebijakan yang berada di Muratara, bisa turun ke lapangan melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi dan segerah mengambil tindakan.

Sementara itu Ketua DPRD Muratara, Efriyansyah menjelaskan, sesegera mungkin akan menindaklanjuti apa yang dilaporkan masyarakat ke instansinya.

Sebelum mengambil tindakan, DPRD terlebih dahulu akan mempelajari laporan masyarakat itu dengan memanggil pihak-pihak terkait.

“Pengaduannya sudah kami terima, akan segera kami tindaklanjuti, tapi harus kita teliti dulu, nanti pihak terkait kita panggil,” katanya.

Efriyansyah menegaskan setiap perusahaan/investor yang beraktivitas di Kabupaten Muratara tidak boleh merugikan masyarakat.

“Perusahaan mau investasi boleh, pemerintah dan DPRD sangat mendukung, tapi jangan sampai masyarakat dirugikan dan di korbankan,” tutupnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here