Muratara, tintabangsa.com- Bupati Musi Rawas Utara H Devi Suhartoni menyampaikan informasi terkait beberapa jalan rusak yang menyulitkan kegiatan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara atau Muratara melalui unggahannya di media sosial Facebook pribadi miliknya. Dalam tulisan tersebut, Bupati Muratara memaparkan sejumlah jalan rusak yang membuat masyarakat susah.

Kondisi jalan rusak parah dan membuat masyarakat susah, di antaranya : Poros Rupit Kdapo, Poros Karang Dapo Transubur, Poros Rawas Ulu-Ulu Rawas, Poros simpang danau rayo ke sp5 Nibung, Poros Nibung-Simpang Nibung, Poros Nibung-Rawas Ilir, Poros biaro-BM raya, Poros BM raya-Ketapat, Poros-Ketapat Pauh, Poros-batu kucing-jalan induk, Poros-Belani-jalan induk, Poros-tanjung rajo-Mekarsari-airbening, Jembatan Liam, Jembatan celau kecil, 4 jembatan camp6 pauh ketapat, Muaro kulam-cinau senawar, Bm2 rompok kebau, Sukamenang-knpi sungai jambu, Perkantoran pemerintah kabupaten dan rumah dinas bupati, dan unsur pimpinan DPRD serta OPD, Air bersih ibu kota kabupaten dan kecamatan yang sudah dibuat sebelum namun lum berfungsi dengan benar, Kantor kapolres, Sekolah-sekolah yang rusak parah.

Terkait sejumlah jalan yang rusak, Bupati Devi mengungkapkan bahwa hal itulah yang akan menjadi prioritas program perbaikan jalan di masa jabatan Hds-Tullah.

“Itulah super prioritas, prioritas dan reguler selama kepemimpinan Hds-Tullah terhadap jalan dan jembatan,” tulisnya di akun media sosial Facebook pribadi miliknya (13/03).

Bupati menjelaskan jika melihat keuangan daerah saat ini mungkin akan cukup untuk memperbaiki jalan dengan kualitas yang baik agar seluruh Masyarakat Muratara aman dan nyaman.

“Khusus untuk jalan kalau melihat kekinian keuangan daerah dan PAD maka dilakukan cukup pada fungsi dengan kualitas baik, agar masyarakat aman dan nyaman,” jelasnya.

Perbaikan jalan di Musi Rawas Utara atau Muratara akan dilakukan secara bertahap dan dengan perencanaan yang baik dan benar. Masyarakat berhak memberhentikan perbaikan jika ternyata kualitasnya tidak bagus.

“Banyak yang bertanya kapan? Kita akan lakukan bertahap dan perencanaan yang benar serta masyarakat kontrol dan stop-kan jika tidak berkualitas, jangan rigid beton dibangun hanya menghasilkan susunan brondol dan ngomel,” tulisnya.

Bupati Devi mengungkapkan bahwa masyarakat punya hak untuk menghentikan perbaikan dengan menjelaskan secara baik dan benar terkait apa yang menjadi penyebab atau alasannya. Ia juga berharap agar masyarakat bisa memberikan lokasi atau lahan untuk tempat penyimpanan material selama perbaikan.

“Masyarakat punya hak stop-kan dan jelaskan secara benar. Dan masyarakat ketika membangun jangan dilewati jika belum boleh, masyarakat kasih lokasi tanah gratis buat tumpuk material jangan bayar sewa yang tidak rasional seperti selama ini,”

Ia menegaskan tidak akan ada toleransi jika kualitas jalan jelek atau tidak bagus. Dan ia akan terus berkomunikasi dengan masyarakat melalui media sosial terkait program yang akan menjadikan Muratara lebih baik.

“Saya tidak akan toleransi dengan kualitas yang jelek hanya menimbulkan masalah fitnah dan hukum., kami akan terus komunikasi dengan masyarakat melalui media sosial dan pertemuan langsung,” tegasnya.

Bupati Devi menyatakan bahwa seluruh masyarakat dipersilahkan untuk menandainya di akun media sosial Facebook mengenai kondisi di lapangan, namun dengan catatan yang disampaikan adalah informasi dan saran yang baik, bukan fitnah maupun hujatan.

“Masyarakat semua boleh tag saya di Facebook kondisi apa pun di lapangan dengan tetap informasi bukan hujatan atau fitnah, karena itu tidak baik untuk Rumah Besar Muratara dalam kebahagiaan bersama menuju Citra Berhidayah,” katanya.

Ia juga menjelaskan mengenai anggaran 2021 dan Pemerintah harus segera memperbaiki jalan yang rusak.

“Strategi dilakukan adanya anggaran perbaikan rutin namun saat ini di anggaran 2021 belum ada maksimum di mana ketika jalan berlubang tidak bisa lewat Pemerintah harus segera datang dan perbaiki agar berfungsi bisa lewat, kecuali jalan terendam banjir tahunan,” jelasnya.

Bupati meminta kepada seluruh masyarakat Muratara untuk menyertakan gambar atau foto jalan yang rusak pada saat menandainya di media sosial Facebook agar terhindar dari Hoax dan jangan takut terhadap ancaman.

“Silahkan tag gambar jalan, bangunan di Facebook ingat tidak hujatan, fitnah dan hoax, sifatnya informasi jangan takut dengan ancaman siapa pun. Jika tidak kirim di messanger karena messanger fb saya buka,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa di Tahun 2021 ini posisi anggaran cukup sulit untuk memenuhi visi dan misi dalam programnya yang akan di realisasikan.

“Saat ini 2021 posisi anggaran sulit sekali untuk memenuhi visi dan misi kami, dan kami hati – hati sekali karena posisi anggaran sangat tidak ada ruang sebab sudah negatif (minus),” jelasnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here