Musirawas Utara, tintabangsa.com, -Bupati H.Devi Suhartoni didampingi Direktur RSUD dr Herlina menyempatkan diri meninjau beberapa ruangan di RSUD, taman dan juga kinerja para pegawai RSUD.

Bupati mengatakan, dia akan mulai ngantor di RSUD Rupit, dengan waktu yang tidak bisa ditentukan, tentu yang pasti ditegaskan ia pelayanan umum di RSUD masih banyak yang perlu dibenahi.

“Saya akan mengantor disini selama saya mejabat, kalau saya mau ngantor di RSUD, maka saya akan ngantor di RSUD Rupit,”kata Bupati H. Devi Suhartoni kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Oleh sebabnya, dia memerintahkan dr Herlina menyediakan kursi plastik untuk dirinya duduk saat dia ngantor, ia menyebut jika masalah ruangan tidak perlu ada meja cukup dengan kursi plastik saja.

Diterangkan ia, tujuan dia ngantor sendiri untuk percepatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, selain itu dia ingin mengetahui secara jelas kondisi rumah sakit di RSUD dan kedepannya rumah sakit bisa menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Muratara.

Devi menjelaskan RSUD Rupit ini ada sejak jaman pemerintahan Bupati Ridwa Mukti, kalau dibangun dan direnovasi lagi.

“Dibangun pada tahun 2018 ini sudah gedung sudah ada yang hancur lagi,”tegas ia.

Oleh sebab itu, dirinya menginginkan pelayanan dirumah sakit ini agar lebih baik lagi, menurut dia pelayanan rumah sakit ini saat dinilai ia belum baik, kondisinya jorok.

Untuk halamannya, estetikanya tidak ada. Ditambah lagi tulisan merek dirumah sakit banyak tidak ada. Jadi orang mau masuk tidak tahu mau kemana. Tak ada merek ruangan untuk penyakit seperti TBC, dimana ruangan operasi masih belum tertata rapi.

Jadi tegas ia, itu padangan yang ditemui secara kasat mata, tatanan dirumah sakit ini masih banyak yang harus dibenahi, masih banyak yang kotor.

Selain itu, petugas keamanan Rumah sakit saat dirinya sidak, tidak ditemui dilokasi kerja.

“Satpam disini saat saya sidak mereka tidak ada, mereka tidak masuk kerja,”tegasnya.

Oleh sebab itu sambung ia, dirinya meminta kepada dr Herlina untuk menyerahkan data-data pegawai kebersihan Dirumah Sakit, data petugas keamanan dan data seluruh pegawai.

Nanti sambung ia, mereka akan dipanggil apakah, mereka bekerja sudah mengikuti peraturan yang ada atau tidak.

Ditegaskan ia, seperti satpam yang tidak masuk kerja, kalau mereka tidak mengikuti peraturan, ya gak usah kerja saja lagi.

Sementara itu untuk masalah parkir dirumah sakit disini apakah berbayar, dan kalau berbayar uang hasil parkir itu diserahkan kemana. Kalau diserhkan ke pihak ketiga, pihak ketiga itu siapa.

Terus masalah konsultan rumah sakit, kabarnya dirumah sakit ini ada konsultan, secara tegas dia meminta agar konsultan tersebut di stop kan saja, karena itu tidak berguna, habis-habiskan anggaran saja.(ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here